Taliwang (Ekbis NTB) – Calon peserta program magang kerja ke Jepang mulai menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU). Pemeriksaan kesehatan ini menjadi tahapan lanjutan setelah peserta menyelesaikan pembekalan secara daring selama satu bulan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi mengatakan, peserta yang menjalani pemeriksaan kesehatan merupakan calon tenaga kerja yang telah dinyatakan lulus seleksi. Setelah pemeriksaan kesehatan selesai, mereka akan melanjutkan proses dengan mengikuti pelatihan dalam kelas di Jakarta.
“Peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi sekarang sedang menjalani MCU. Setelah itu, mereka akan mengikuti pelatihan on class di Jakarta,” kata Slamet, Selasa (13/10).
Ia menyebutkan, peserta direncanakan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan paling lambat 22 Oktober mendatang. Pelatihan itu sendiri akan berlangsung selama enam bulan dan dibagi menjadi dua tahap. Yakni, pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya Jepang serta pelatihan keterampilan sesuai peminatan.
Di tiga bulan pertama, peserta akan dibekali kemampuan bahasa Jepang dan pengetahuan tentang budaya negara tujuan. Pembekalan ini ditujukan untuk mendukung kemampuan komunikasi sekaligus membantu peserta beradaptasi dengan lingkungan sosial di Jepang.
Fase berikutnya, peserta akan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai bidang peminatan. Tahap ini juga menjadi bagian dari penyesuaian kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan pekerjaan yang akan dijalani selama program magang.
“Selama enam bulan itu peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa, pengenalan budaya, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan sesuai peminatan. Mereka juga akan mengikuti sertifikasi berdasarkan keterampilan masing-masing,” papar Slamet.
Ia menegaskan, pemberangkatan ke Jepang baru dilakukan setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Peserta harus dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan sebelum ditempatkan sesuai bidang keterampilan masing-masing.
Sejumlah pilihan bidang pekerjaan dalam program tersebut. Slamet mencontohkan seperti sektor pertanian, perikanan, hingga industri manufaktur. “Nanti kalau mereka terampilnya di pertanian maka akan ditempatkan di usaha-usaha pertanian dan seterusnya sesuai dengan kemampuan lainnya,” ujarnya
Pelatihan dalam kelas di Jakarta akan dilaksanakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah ditunjuk, dengan tetap di bawah pendampingan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).
“Mudah-mudahan semua peserta bertahan dan pelatihan ini dapat mempersiapkan peserta agar memiliki kemampuan bahasa, pemahaman budaya, dan keterampilan yang dibutuhkan sebelum mereka bekerja di Jepang,” harap Slamet.(bug)
Calon Peserta Magang Jepang Jalani Pemeriksaan Kesehatan






