HomeBERANDADukung Pelatihan Kerja ke JepangPemkot Bima Alokasikan Anggaran Rp2,5 Miliar

Dukung Pelatihan Kerja ke JepangPemkot Bima Alokasikan Anggaran Rp2,5 Miliar


Kota Bima (EKBIS NTB) – Pemerintah Kota Bima mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar di tahun 2027 untuk mendukung subsidi pelatihan bekerja ke Jepang melalui Ichinoseki Language School. Program tersebut ditargetkan dapat membuka akses bagi 100 orang bekerja di Jepang setiap tahun.


Rencana itu disampaikan Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, saat menerima kunjungan Wali Kota Ichinoseki, Yoshihito Sato, bersama rombongan pemerintah dan dunia usaha dari Jepang di Kota Bima, Senin (5/10). Rencana tersebut dikaitkan dengan persoalan pengangguran yang masih dihadapi Kota Bima.


Rahman menyebut berdasarkan data ketenagakerjaan tahun 2024 bahwa Kota Bima memiliki 89.413 orang angkatan kerja. Sebanyak 86.486 orang telah bekerja, sedangkan 2.927 orang masih menganggur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,27 persen.
“Kami menyadari bahwa persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi perhatian kita bersama. Di bidang ketenagakerjaan, pada tahun 2024 Kota Bima memiliki 89.413 orang angkatan kerja. Dengan 86.486 orang telah bekerja, sementara 2.927 orang masih menganggur,” kata Rahman.

- Advertisement -


Menurut Rahman, pemerintah daerah menangani pengangguran melalui berbagai program mulai dari pembukaan dan perluasan kesempatan kerja, bantuan sosial, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan hingga pemutakhiran data sosial dan ekonomi. Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha Jepang dinilai penting.


“Kami ingin menumbuhkan minat anak-anak muda Kota Bima,untuk memandang Jepang sebagai salah satu ruang untuk belajar, bekerja dan membangun masa depan. Karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan agar mereka memiliki kesempatan tersebut,” ujarnya.
Rahman mengatakan, dukungan itu akan diarahkan pada pelatihan pemuda yang akan bekerja ke Jepang. Pemerintah Kota Bima menargetkan 100 orang dapat dikirim setiap tahun dengan dukungan anggaran yang disiapkan pada 2027.

“Pada tahun anggaran 2027 pemerintah Kota Bima menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung subsidi pelatihan bagi siswa yang akan bekerja ke Jepang,” katanya.


Wali Kota Ichinoseki,Yoshihito Sato mengatakan kebutuhan tenaga kerja menjadi persoalan bagi dunia usaha di wilayahnya. Ichinoseki berada di Prefektur Iwate dan turut menghadapi penurunan jumlah penduduk di Jepang.


“Di Jepang, di tengah penurunan jumlah penduduk, memastikan ketersediaan tenaga kerja bagi perusahaan dan tempat usaha menjadi salah satu tantangan penting bagi kami. Karena itu, kami berupaya mendukung perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing,” kata Sato melalui penerjemah.


Pemerintah Kota Ichinoseki tidak hanya membuka peluang bagi tenaga kerja asing, tetapi juga menyiapkan dukungan agar dapat hidup sebagai bagian dari masyarakat setempat. Salah satunya melalui pembentukan pusat konsultasi bagi warga asing.


Dalam kunjungan ke Kota Bima, Sato bersama rombongan juga ingin melihat kondisi daerah dan berdiskusi langsung mengenai pemerintahan, pendidikan serta dunia usaha. Pengetahuan tersebut akan menjadi bahan bagi Ichinoseki dalam mengembangkan hubungan dengan Kota Bima, termasuk dalam penyiapan lingkungan bagi warga Bima yang nantinya bekerja di Jepang.


“Kami berharap dapat mempelajari berbagai bidang pemerintahan, pendidikan dan dunia usaha di Kota Bima sekaligus memperdalam pemahaman kami mengenai budaya dan kehidupan masyarakat, khususnya di Bima. Kami berharap kunjungan kali ini dapat menjadi kesempatan penting untuk makin mempererat hubungan antara Kota Ichinoseki dan Kota Bima,” katanya melalui penerjemah.


Sato juga menegaskan perhatian terhadap warga Indonesia yang ingin bekerja di Ichinoseki. Pengalaman dari kunjungan ke Bima akan digunakan untuk memperkuat dukungan bagi pekerja asing di wilayah tersebut. (hir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut