Mataram (Ekbis NTB) — Sepeda motor menjadi salah satu sarana transportasi utama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Mobilitas tinggi yang dipadukan dengan karakteristik jalan beragam—mulai dari kawasan perkotaan, jalur antar-kabupaten, destinasi wisata, hingga kontur jalan menanjak dan menurun—membuat keterampilan berkendara tidak cukup hanya sebatas mampu mengoperasikan kendaraan.
Menurut Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, keselamatan di jalan raya justru banyak ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan pengendara secara konsisten.
“Berkendara aman bukan hanya tentang bagaimana kita mengendalikan sepeda motor, tetapi juga bagaimana kita membaca kondisi jalan, mengambil keputusan, dan mengantisipasi potensi bahaya sebelum terjadi,” ujar Satria, Rabu (23/9).
Berikut adalah tujuh kebiasaan penting yang wajib diterapkan pengendara di NTB agar perjalanan lebih aman:
1. Jangan Hanya Melihat Jalan, Tapi Baca Potensi Bahayanya
Pengendara perlu membiasakan diri melihat jauh ke depan, bukan sekadar fokus pada kendaraan yang berada tepat di depannya. Kondisi seperti kendaraan yang keluar dari gang, pejalan kaki, persimpangan, jalan berlubang, hingga aktivitas warga di pinggir jalan harus masuk dalam radius pengamatan.
“Biasakan melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan hanya apa yang sedang terjadi. Dengan begitu, kita mempunyai waktu untuk melakukan antisipasi,” jelas Satria.
2. Beri Ruang Aman, Jangan Terlalu Dekat
Menjaga jarak aman sering kali dianggap sepele. Padahal, ruang tersebut adalah krusial bagi pengendara untuk melakukan pengereman darurat atau menghindari bahaya apabila kendaraan di depan bermanuver secara mendadak. Jangan memaksakan diri mengambil celah sempit di tengah kepadatan lalu lintas hanya demi sampai tujuan lebih cepat.
3. Waspada Ekstra di Persimpangan
Saat mendekati persimpangan, kurangi kecepatan lebih awal. Lokasi ini menuntut kewaspadaan tinggi. Sekalipun merasa memiliki hak jalan utama, pengendara tetap wajib mengantisipasi kendaraan dari arah lain.
“Prinsipnya bukan siapa yang paling berhak melintas, tetapi bagaimana kita memastikan semua pengguna jalan dapat melewati persimpangan dengan aman,” tegasnya.
4. Jangan Andalkan Rem Saja di Turunan Panjang
Karakteristik jalan di beberapa wilayah NTB didominasi tanjakan dan turunan panjang. Pada kondisi ini, pengendara wajib menyesuaikan kecepatan sejak awal. Satria mengingatkan agar pengendara tidak terus-menerus mengandalkan rem tangan/kaki karena berisiko blong akibat panas (fading). Manfaatkan engine brake untuk membantu mengontrol laju motor.
“Kecepatan sebaiknya dikendalikan sebelum memasuki turunan. Jangan menunggu motor sudah terlalu cepat baru melakukan pengereman,” imbaunya.
5. Jalan Sepi Bukan Berarti Bebas Risiko
Jalanan sepi sering kali memicu pengendara untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Padahal, semakin tinggi kecepatan, semakin pendek pula waktu reaksi saat bahaya mendadak muncul—seperti hewan menyeberang, kendaraan keluar dari rumah warga, atau jalan rusak. Sesuaikan selalu kecepatan dengan kemampuan pandangan mata.
6. Jadikan Perlengkapan Berkendara Sebagai Kebutuhan, Bukan Syarat Tilang
Helm berstandar, jaket, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu adalah perisai pelindung utama pengendara. Bangun kesadaran bahwa atribut ini adalah kebutuhan mutlak, bukan sekadar pelindung dari razia kepolisian.
“Jadikan sebagai bagian dari rutinitas setiap kali berkendara, termasuk untuk perjalanan jarak dekat,” pesan Satria.
7. Terapkan Prinsip 3A: Aman, Antisipatif, dan Adaptif
Satria mengajak masyarakat NTB membudayakan prinsip 3A:
- Aman: Menggunakan perlengkapan berkendara dan memastikan kondisi motor prima.
- Antisipatif: Membaca potensi bahaya sebelum mengambil keputusan.
- Adaptif: Menyesuaikan kecepatan dan teknik berkendara dengan kondisi cuaca, volume lalu lintas, serta lingkungan sekitar.
Budaya keselamatan tidak bisa dibangun hanya lewat teori, melainkan dari kebiasaan harian di jalan raya.
“Setiap perjalanan memiliki kondisi yang berbeda. Tujuan utama berkendara bukan sekadar sampai lebih cepat, tetapi sampai ke tujuan dengan selamat,” tutupnya. (r/fan)






