Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melanjutkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pengembangan ekowisata mangrove di Desa Padak Guar, kawasan Ring 1 PLTU Lombok FTP-2 Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Setelah sebelumnya melakukan penanaman 3.000 bibit mangrove, program tersebut kini dilanjutkan dengan renovasi jalur trekking yang progres pengerjaannya telah mencapai 90 persen.
Renovasi jalur trekking dilakukan untuk memperbaiki akses sekaligus menata kawasan agar lebih nyaman dan aman bagi masyarakat maupun pengunjung. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas wisata dan edukasi lingkungan di kawasan mangrove Padak Guar.
Pengembangan ekowisata ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui program TJSL dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.
Kepala Dusun Padak Guar, Riyan Pebriansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam penataan kawasan mangrove. Menurutnya, renovasi jalur trekking menjadi salah satu langkah penting untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut.
“Perbaikan jalur trekking ini membuat kawasan mangrove menjadi lebih tertata dan mudah diakses. Kami berharap ke depannya semakin banyak masyarakat yang datang dan kawasan ini bisa berkembang menjadi tempat wisata yang memberikan manfaat bagi warga,” ujar Riyan.
Selain memiliki potensi sebagai kawasan wisata dan edukasi lingkungan, keberadaan mangrove juga memberikan manfaat ekologis bagi wilayah pesisir, antara lain membantu melindungi kawasan dari gelombang serta menjadi habitat bagi berbagai biota.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pengembangan kawasan mangrove Padak Guar merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL yang diarahkan untuk memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat.
“Renovasi jalur trekking menjadi salah satu langkah untuk mendukung keberlanjutan program sekaligus mengembangkan potensi ekowisata di Padak Guar. Kami berharap penataan kawasan ini tidak hanya memperkuat fungsi lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi dari kegiatan wisata yang tumbuh di kawasan tersebut,” ujar Manurung.
PT PLN (Persero) UIP Nusra akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelompok masyarakat, Pokdarwis, serta pihak terkait dalam pengembangan kawasan tersebut. Penataan kawasan mangrove diharapkan dapat memperkuat fungsi lingkungan sekaligus membuka ruang bagi kegiatan edukasi, wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Padak Guar.(bul)






