Giri Menang (EKBIS NTB) -Puncak kekeringan di wilayah Lombok Barat (Lobar) umumnya diperkirakan terjadi hingga akhir tahun atau bulan November. Untuk itu penanganan di lapangan oleh OPD bersama mitra pun diperkuat. Hingga saat ini terdapat 62 dusun terdampak kekeringan di Lobar.
Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik pada BPBD Lobar, Toni Hidayat mengatakan informasi dari BMKG pada saat rapat tentang cuaca ke beberapa bulan ke depan. “Puncak kekeringan baru mulai September ini sampai dengan Oktober hingga November,” sebut Toni, Jumat (4/9/2026).
Untuk itu, pihak BPBD bersama OPD terkait dan mitra melakukan rapat untuk memperkuat penanganan di lapangan. Hasil rapat dan notulensiya selanjut disampaikan ke pimpinan untuk mengambil langkah ke depan. Berdasarkan data BPBD, daerah yang terdampak kekeringan saat ini meluas hingga 62 dusun, 16 desa, dan 6 kecamatan.
Warga yang terdampak sebanyak 6.578 KK dan 19.337 jiwa. Sejauh ini, pelayanan penyaluran air ke daerah terdampak melalui mitra. Hingga saat ini jumlah air yang sudah disalurkan kepada masyarakat mencapai 812.600 liter dengan sampai dengan Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, Ketua Fraksi Perindo DPRD Lobar, Dr. Syamsuriansyah menyampaikan bahwa dalam penanganan bencana kekeringan ini perlu respons cepat oleh Pemkab dalam hal ini OPD terkait. “Saya selalu bicara (tekankan) fast response atau respons cepat Pemda dalam menangani bencana di daerah ini,” kata Syamsuriansyah.
Bicara bencana kekeringan yang saat ini dialami Lobar, Syamsuriansyah telah menyampaikan terkait strategi penanganan dan lainnya. Seharusnya apa yang disampaikan telah bisa dicerna dengan cepat oleh OPD terkait, sehingga tidak terjadi lagi ada keluhan dari warga soal lambatnya penanganan dan lainnya.
Menurutnya, yang terpenting saat ini diperlukan solusi penanganan jangka pendek, dengan penyaluran air bersih secara rutin. Air yang dikirim itu tidak cukup hanya untuk kebutuhan sehari atau dua hari saja, tetapi berkelanjutan.
“Air ini kebutuhan primer atau dasar bagi masyarakat kita, sehingga suka atau tidak suka OPD harus menyiapkan 24 jam tangki air untuk dikirim ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan,” tegasnya.
Selain itu, dibutuhkan adanya kendaraan tangki air. Menurutnya tidak ada masalah kalau dibutuhkan kendaraan tangki air tersebut. (her)






