HomePARIWISATATerbang ke Malaysia, Pelaku Industri Pariwisata NTB Bidik Rp30 Miliar Transaksi

Terbang ke Malaysia, Pelaku Industri Pariwisata NTB Bidik Rp30 Miliar Transaksi

Mataram (ekbisntb.com) – Pelaku industri pariwisata NTB mengikuti kegiatan table top dan MATTA Fair Malaysia. Dari “jualan” destinasi wisata Lombok, dan Sumbawa, pelaku pariwisata NTB ini membidik Rp30 miliar transaksi.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Astindo) NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan kegiatan table top menjadi bagian dari rangkaian promosi pariwisata NTB untuk mempertemukan pelaku industri daerah dengan pasar Malaysia.

Kali ini, NTB membawa 12 seller yang terdiri atas perwakilan hotel dan agen perjalanan. Mereka bertemu sekitar 60 buyer dari Kuala Lumpur untuk menawarkan berbagai paket dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.

- Advertisement -

“Ini salah satu kegiatan kolaborasi antara Dinas Pariwisata, BPPD NTB dan asosiasi pariwisata dalam mempromosikan Lombok dan Sumbawa di luar negeri,” ujar Sahlan, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, Malaysia menjadi salah satu pasar penting bagi pariwisata NTB, terutama karena merupakan penyumbang wisatawan mancanegara melalui penerbangan udara. Karakteristik wisatawan Malaysia juga dinilai sesuai dengan beragam produk wisata yang dimiliki Lombok dan Sumbawa.

Dalam table top tersebut, pelaku industri NTB tidak hanya menawarkan destinasi yang sudah populer, tetapi juga memperkenalkan sejumlah potensi wisata yang belum banyak diketahui pasar Malaysia.

Di antaranya wisata hiu paus di Sumbawa, lokasi surfing di Bangko-Bangko dan Lakey, Desa Wisata Kembang Kuning, serta sejumlah gili di Lombok.

Sahlan mengatakan, sejumlah buyer Malaysia mengaku tertarik setelah mengetahui potensi wisata tersebut.

“Masih banyak agen dari Malaysia yang belum mengetahui destinasi seperti hiu paus di Sumbawa, lokasi surfing di Bangko-Bangko dan Lakey, Desa Wisata Kembang Kuning, serta gili-gili yang banyak di Lombok. Ini menjadi produk yang menarik wisatawan,” katanya.

Pihaknya menargetkan transaksi sekitar Rp5 miliar. Sementara pada MATTA Fair yang berlangsung 4-6 September, target transaksi dari industri pariwisata NTB dipatok mencapai Rp25 miliar. Dengan demikian, total transaksi yang dibidik dari rangkaian promosi di Malaysia mencapai sekitar Rp30 miliar.

Sahlan menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar dan mendorong Lombok dan Sumbawa semakin dikenal di pasar internasional.

“Ini adalah upaya kami untuk terus mendorong agar destinasi Lombok dan Sumbawa menjadi destinasi mendunia, harapan kami, tahun 2027 bisa melakukan lebih banyak promosi, termasuk ke China, Korea, Eropa dan Amerika,” tandasnya.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut