Mataram (ekbisntb.com) – Perempuan Indonesia Maju (PIM) NTB mendorong masyarakat ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali itu dinilai penting untuk menyediakan data akurat mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian masyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua PIM NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., usai memimpin audiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin, di Kantor BPS NTB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Kamis, 27 Agustus 2026.
Audiensi turut diikuti pengurus DPC PIM dari enam kabupaten/kota, yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara (KLU), Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa. Salah satu agenda utama pertemuan tersebut adalah sosialisasi mengenai pentingnya Sensus Ekonomi dan mengapa masyarakat perlu berpartisipasi.
Ratu Ganefi menyampaikan, masih ada masyarakat yang belum memahami tujuan dan manfaat sensus ekonomi. Bahkan, sebagian masyarakat terkadang mempertanyakan alasan petugas mengajukan sejumlah pertanyaan yang cukup detail terkait aktivitas ekonomi mereka.
“Kadang masyarakat tidak tahu mereka disensus untuk apa dan apa kepentingannya. Apalagi pertanyaannya cukup detail. Karena itu, sosialisasi seperti ini penting agar masyarakat memahami tujuan Sensus Ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, data hasil sensus memiliki peran penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian masyarakat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Tidak hanya bagi pemerintah, Ratu Ganefi menilai data Sensus Ekonomi juga dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan data yang lebih lengkap, pelaku usaha dapat melihat peta aktivitas ekonomi dan menentukan peluang maupun lokasi usaha yang potensial.
“Misalnya ada pengusaha UMKM yang ingin mengembangkan usaha, dia bisa memetakan di mana peluang untuk berusaha. Data hasil sensus ini bisa menjadi salah satu referensinya,” katanya.
Dorong Sensus Berkualitas
Dalam audiensi ini, PIM NTB juga memberikan masukan terkait proses perekrutan dan peningkatan kapasitas petugas sensus. Menurut Ratu Ganefi, kualitas petugas di lapangan sangat menentukan keberhasilan pengumpulan data.
Ia berharap petugas sensus yang dilibatkan oleh BPS tidak hanya mendapatkan pelatihan secara singkat, tetapi benar-benar memahami konsep sensus, substansi pertanyaan, serta mampu menjelaskan kepada masyarakat apabila terdapat pertanyaan yang belum dipahami.
“Petugas sensus berkualifikasi itu penting, agar mampu menjawab kebingungan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini untuk memastikan data yang dikumpulkan berkualitas. Sebab, kesalahan pemahaman petugas maupun responden dapat berpengaruh terhadap akurasi data yang dihasilkan.
PIM NTB, lanjut Ratu Ganefi, siap ikut membantu menyosialisasikan pentingnya Sensus Ekonomi kepada masyarakat melalui jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah.
Ia berharap hasil Sensus Ekonomi nantinya dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi perekonomian NTB dan menjadi pijakan pembangunan ekonomi daerah dalam satu dekade mendatang.
“Insyaallah, kami akan tetap mendukung program-program negara. Mudah-mudahan hasil sensus ini bisa memberikan manfaat untuk pembangunan dan menjadi dasar yang baik bagi kebijakan ekonomi ke depan,” pungkasnya.(bul)






