Kota Bima (ekbisntb.com) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bima mengapresiasi perencanaan pembangunan infrastruktur yang disiapkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFREP).
Apresiasi tersebut khususnya ditujukan terhadap desain pembangunan Kolam Retensi Amahami dan penataan kawasan Taman Dae Lakosa di Kota Bima. Kedua proyek tersebut dinilai tidak hanya mengedepankan fungsi pengendalian banjir, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan kebutuhan ruang publik bagi masyarakat.
Ketua PC PMII Bima, Wira Purdiawan Putra, menilai konsep yang dirancang BBWS Nusa Tenggara I Mataram cukup matang dan visioner. Menurutnya, pembangunan kolam retensi tidak semata-mata menjadi bagian dari infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga berpotensi menjadi kawasan publik yang memiliki nilai estetika dan menjadi salah satu ikon baru Kota Bima.
“Desain dari BBWS NT I Mataram ini sangat bagus dan visioner. Keberadaan kolam retensi nantinya tidak sekadar berfungsi secara teknis untuk penanggulangan dan pengendalian banjir, tetapi juga memiliki nilai estetika yang berpotensi menjadi ikon baru Kota Bima ke depan,” ujar Wira , Selasa (25/8/2026).
Selain mengapresiasi desain kawasan, Wira juga menyampaikan penghargaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) program NUFREP yang dinilai telah mengawal perencanaan dan pelaksanaan program dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan masyarakat Kota Bima.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan banjir, tetapi juga membuka peluang hadirnya ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi PPK program NUFREP karena dinilai benar-benar memahami kebutuhan Kota Bima. Infrastruktur ini tidak hanya dirancang untuk kepentingan pengendalian banjir, tetapi juga menyediakan ruang terbuka publik yang sangat dibutuhkan anak-anak muda,” katanya.
Wira menilai keberadaan ruang publik yang representatif dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan kreativitas generasi muda di Kota Bima. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas positif, mulai dari berkumpul, berdiskusi hingga menyalurkan kreativitas.
“Anak-anak muda di Kota Bima membutuhkan wadah yang positif untuk berinteraksi, berdiskusi, dan menyalurkan karya kreatif mereka. Kehadiran ruang terbuka di kawasan kolam retensi dan Taman Dae Lakosa ini dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, PMII Bima siap ikut mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“PMII Bima berkomitmen untuk terus mengawal agar pelaksanaan pembangunan di lapangan berjalan lancar, tepat waktu, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.(r)






