HomeBERANDABupati Dorong Bandara AMMAN Jadi Penggerak Ekonomi KSB

Bupati Dorong Bandara AMMAN Jadi Penggerak Ekonomi KSB


Taliwang (EKBIS NTB) -Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah mendorong optimalisasi Bandara AMMAN Poto Tano sebagai pintu masuk baru bagi wisatawan dan investor sekaligus penggerak ekonomi daerah.


Demikian harapan itu disampaikan Bupati saat menghadiri diskusi bersama West Sumbawa Hotel Association (WSHA) di Bandara AMMAN Poto Tano, Rabu (19/8).


Pada diskusi yang diikuti pemerintah daerah, pengelola bandara, PT AMMAN, investor dan pelaku usaha perhotelan itu fokus membahas kesiapan pemanfaatan bandara serta peluang penerbangan komersial untuk mendukung pariwisata dan perekonomian daerah.

- Advertisement -


Ketua WSHA, Henry Horthy mengatakan akses penerbangan memiliki pengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan. Karena itu, keberadaan Bandara AMMAN Poto Tano dinilai sebagai peluang yang harus dimanfaatkan bersama.
Menurut Henry, kerja sama tidak cukup hanya pada operasional penerbangan, tetapi juga perlu diikuti pengembangan paket wisata dan penguatan ekosistem pariwisata yang melibatkan sektor transportasi, akomodasi dan destinasi.


Bupati Amar mengatakan keterbatasan akses selama ini menjadi salah satu kendala pengembangan pariwisata dan investasi di Sumbawa Barat. Dengan adanya konektivitas udara, potensi daerah diharapkan dapat berkembang lebih cepat.
“Kalau aksesnya sulit, maka kunjungan ke Sumbawa Barat juga masih sangat terbatas. Kita sulit berkembang karena keterbatasan akses,” cetusnya.


Ia menjelaskan, berbagai tahapan perizinan untuk pemanfaatan bandara sebagai bandara umum telah berjalan. Sejumlah persyaratan disebutnya telah dipenuhi dan saat ini memasuki tahap finalisasi keputusan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Target kita pada 20 November, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat, sudah ada pesawat yang landing,” tegasnya.


Bupati optimis keberadaan penerbangan akan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan dan investasi. Menurutnya, bandara juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pertambangan.


“Kita harus membangun ekonomi baru. KSB berkembang luar biasa, tetapi kita tidak boleh terlalu terikat dengan tambang. Kita harus mulai membangun sumber ekonomi lainnya,” katanya.


Untuk merealisasikan penerbangan komersial, Bupati meminta pelaku usaha, khususnya perhotelan ikut membangun kepastian potensi penumpang. Data mengenai perjalanan dinas pemerintah, kebutuhan masyarakat dan potensi wisatawan dinilai perlu dihimpun sebagai bahan komunikasi dengan maskapai.


“Mungkin kita mulai dengan pesawat yang tidak terlalu besar. Semoga kita bisa membuktikan bahwa sekian banyak hotel mendukung untuk operasi bandara ini. Setelah itu kita kembangkan,” harapnya.


Bupati mengungkap pengoperasian bandara membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, pengelola bandara, AMMAN dan dunia usaha. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung pembangunan infrastruktur pendukung apabila penerbangan sudah berjalan.

“Kalau kita bisa berkolaborasi bersama, saya sangat optimis ini akan cepat termanfaatkan. Kalau bandara sudah jalan, saya berani menyuport infrastruktur,” tukasnya.
Sementara itu, Direktur PT Amman Aviasi Indonesia, Andjar Wibawanun mengatakan pemanfaatan Bandara AMMAN Poto Tano membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk pemerintah, AMMAN dan pelaku usaha perhotelan.


Kegiatan selanjutnya dengan pemaparan operasional bandara dan diskusi bersama anggota WSHA. Para pengusaha hotel membahas kesiapan operasional, peluang penerbangan komersial, potensi penumpang serta dukungan sektor perhotelan.


Pemda KSB sendiri berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat pemanfaatan Bandara AMMAN Poto Tano sebagai konektivitas baru yang memperkuat pariwisata, investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.(bug)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut