Mataram (Ekbis NTB) – Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemahiran mengemudikan sepeda motor, tetapi juga dari kebiasaan kecil sebelum memulai perjalanan. Salah satu langkah krusial yang sering terabaikan adalah meluangkan waktu sekitar lima detik untuk memeriksa kesiapan diri, kendaraan, dan kondisi sekitar.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengungkapkan bahwa sebagian besar pengendara cenderung langsung menarik gas begitu mesin menyala tanpa melakukan pemeriksaan dasar. Padahal, kebiasaan terburu-buru ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
“Sebelum berkendara, biasakan melakukan safety check sederhana: pastikan helm terkunci dengan benar, posisi spion pas, rem berfungsi, standar samping terangkat, dan kondisi lalu lintas aman sebelum membuka gas,” ujar Satria.
Perhatikan Malam Hari dan Posisi Roda
Satria juga menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkendara di malam hari, terutama di area dengan penerangan terbatas. Pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menghindari menatap langsung sorotan lampu dari arah berlawanan agar pandangan tetap fokus.
Hal mendasar lain yang kerap diabaikan adalah kebiasaan langsung tancap gas saat posisi roda depan masih berbelok usai parkir.
“Keseimbangan kendaraan sangat krusial. Sebaiknya luruskan roda depan terlebih dahulu sebelum mulai bergerak. Keselamatan dimulai sejak detik pertama motor melaju,” tambahnya.
Budaya #Cari_Aman untuk Semua
Secara terpisah, Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian konsisten dari kampanye #Cari_Aman.
“Kami mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai budaya. Disiplin dalam kebiasaan kecil tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pembonceng dan pengguna jalan lainnya. Mari wujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutur Yehezkiel.
Melalui edukasi berkendara ini, Astra Motor NTB berharap masyarakat kian menyadari bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan aturan, melainkan pembentukan karakter berkendara yang benar. Sebab, tujuan utama perjalanan bukan sekadar sampai di tempat tujuan, melainkan kembali ke rumah dengan selamat. (r/fan)






