HomeBerandaPerkuat Pasokan Komoditas, OJK NTB dan Jatim Kolaborasi Pacu Ekonomi Daerah

Perkuat Pasokan Komoditas, OJK NTB dan Jatim Kolaborasi Pacu Ekonomi Daerah

Surabaya (Ekbis NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) melalui penguatan komoditas unggulan dan kolaborasi antarlembaga. Langkah strategis ini menjadi bahasan utama dalam kunjungan kerja OJK Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama media ke Kantor OJK Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Jumat (19/6/2026).

Kepala OJK NTB, Rudy Sulistyo, mengungkapkan bahwa hubungan ekonomi antara NTB dan Jawa Timur selama ini sudah terjalin sangat erat. NTB berperan strategis sebagai pemasok berbagai komoditas utama yang dibutuhkan oleh pasar Jawa Timur.

“NTB selama ini menjadi pemasok berbagai komoditas ke Jawa Timur, seperti udang, tuna, dan jagung. Seperti yang disampaikan Gubernur NTB, kami siap mendukung kebutuhan Jawa Timur selama hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB,” ujar Rudy.

Menurutnya, sinergi antardaerah ini harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta bisa memberikan dampak langsung pada kantong masyarakat.

Mandat UU dan Aspek Keberlanjutan

Pada kesempatan yang sama, Manajer Senior OJK Jawa Timur, Parata Surya Adi Moeljowidjojo, menjelaskan bahwa PED merupakan bagian dari mandat OJK yang diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2011 dan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

“Kantor OJK diharapkan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ekonomi daerah,” kata Parata.

Ia menekankan bahwa konsep PED menitikberatkan pada tiga aspek utama: keberlanjutan, kelayakan investasi, dan pendekatan komprehensif. “Program ini harus memberikan dampak ekonomi nyata, baik bagi penerima manfaat maupun penyedia dana,” imbuhnya.

Fokus Komoditas 2026: Susu Sapi Perah Malang

Parata memaparkan bahwa setiap daerah memiliki fokus komoditas yang berbeda sesuai potensi lokal. Jika NTB memiliki prospek besar pada komoditas kakao, pisang Cavendish, dan rumput laut, maka OJK Jatim memiliki strategi penahapan yang dinamis.

Setelah berfokus pada pisang Mas Kirana dan melon pada periode 2024–2025, kini pada tahun 2026 OJK Jatim memprioritaskan pengembangan sektor susu sapi perah di Kabupaten Malang.

Dipilihnya susu sapi perah bukan tanpa alasan. Parata menyebut ada kesenjangan (gap) yang lebar antara produksi dan konsumsi susu nasional, sehingga peluang pasar dalam negeri masih sangat terbuka luas. Selain itu, sektor ini juga didukung oleh ekosistem pariwisata berbasis peternakan dan kepastian penyerap pasar (offtaker).

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, OJK Jatim menggandeng Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah daerah, Industri Jasa Keuangan, hingga lembaga internasional.

“Terkait kolaborasi antarlembaga, saat ini terdapat dukungan kerja sama dengan ILO (International Labour Organization) dalam digitalisasi ekosistem susu sapi perah di Jawa Timur,” pungkas Parata.

Melalui program PED ini, OJK berharap komoditas unggulan daerah dapat berkembang lebih cepat lewat akses pembiayaan yang lebih luas, sekaligus menjadi motor kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut