HomeBerandaOJK Dorong Pengembangan Sapi Perah NTB, Gandeng Koperasi Jatim untuk Replikasi Sukses

OJK Dorong Pengembangan Sapi Perah NTB, Gandeng Koperasi Jatim untuk Replikasi Sukses

Malang (Ekbis NTB) – Selama ini, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal sebagai lumbung sapi potong nasional dengan populasi mencapai 1,3 juta ekor. Namun, wilayah ini dinilai masih “jalan di tempat” dalam pengelolaan sapi perah. Menangkap peluang besar tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi langkah strategis dengan menggandeng Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung Syariah (KAN Jabung) Jawa Timur guna mereplikasi kesuksesan mereka di tanah NTB.

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, Kamis (18/6/2026) menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari tugas Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). OJK melihat ada peluang besar yang terlewat karena lini sapi perah belum digarap optimal. Melalui skema Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah digalakkan, OJK berharap transfer ilmu dan teknologi dari KAN Jabung bisa segera terealisasi.

Belajar dari Raksasa Koperasi asal Malang

Memilih KAN Jabung bukanlah tanpa alasan. Koperasi yang bermula pada 27 Mei 1979 di Jabung, Malang ini punya rekam jejak panjang. Memulai langkah dari keterbatasan infrastruktur untuk melayani petani tebu, koperasi ini bertransformasi besar pada akhir dekade 80-an dengan merambah bisnis sapi perah.

Sejak mulai mengumpulkan susu anggota pada 1989, mereka berhasil menembus pasar internasional lewat kerja sama strategis dengan PT Nestle Indonesia pada 1990. Demi menjaga keberlanjutan bisnis dari risiko ketergantungan pada satu komoditas, KAN Jabung kini telah menggurita ke berbagai sektor:

  • Unit Pakan Ternak: Memproduksi pakan berkualitas tinggi secara mandiri.
  • JABmart: Jaringan ritel modern yang menyuplai kebutuhan pokok masyarakat.
  • Sapronak & Jasa: Menyediakan sarana produksi peternakan hingga konstruksi kandang.

Siap Kurangi Ketergantungan Impor

Presiden Direktur KAN Jabung, Eva Marliyanti, menyebutkan bahwa NTB sebetulnya bukan wilayah asing. Setiap bulannya, KAN Jabung menyerap rata-rata 300 ton jagung dari NTB sebagai bahan baku pakan.

Kerja sama baru ini diharapkan bisa meluas ke sektor pembibitan. Eva menegaskan, jika pembibitan di NTB sukses berjalan, KAN Jabung siap menjadi penyerap utama (offtaker) demi memangkas jalur impor.

“Jika NTB bisa melakukan pembibitan kami siap menampung. Karena jujur saja, selama ini kami masih impor dari Australia,” pungkas Eva. (fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut