HomeBerandaDispar Cari Investor Selamatkan Aset Wisata Kota Bima

Dispar Cari Investor Selamatkan Aset Wisata Kota Bima


Kota Bima (ekbisntb.com) – Sejumlah aset wisata milik Pemerintah Kota Bima belum berfungsi optimal akibat kerusakan dan keterbatasan anggaran. Dinas Pariwisata (Dispar) membuka peluang kerja sama dengan investor untuk menghidupkan kembali aset-aset tersebut, terutama di kawasan Pantai Lawata.


Kepala Dispar Kota Bima, Sukarno, S.H., mengatakan berbagai aset wisata yang ada menjadi perhatian untuk dibenahi, agar kembali memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan sektor pariwisata dan pendapatan daerah.


“Dispar juga tidak diam. Kami melakukan berbagai upaya solusi, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal saya mengajak teman-teman untuk tidak hanya menjadi pegawai, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur yang bisa mendatangkan investor,” ujarnya, Senin (8/6).


Menurutnya, langkah tersebut mulai mendapat respons. Sejumlah investor telah berdiskusi terkait peluang pengelolaan aset di Pantai Lawata, termasuk restoran di bagian atas kawasan wisata, tiga pondok wisata, dua guest house, dan area di sekitarnya.


“Mereka berminat mengontrak area restoran di atas Lawata, tiga pondok wisata, dua guest house, termasuk area di atasnya. Namun sampai saat ini belum masuk pada pembahasan nilai kerja samanya,karena kami masih menghitung nilai aset, potensi pendapatan, dan membandingkannya dengan target PAD. Nilai aset pondok wisata, guest house, dan resto itu sekitar Rp500 juta lebih per tahun. Tetapi kami juga terbuka untuk berdiskusi dengan investor,” tuturnya.


Di sisi lain, sejumlah wahana dan fasilitas penunjang di Lawata membutuhkan perbaikan. Banana boat sudah tidak tersedia, jet ski rusak, sementara speedboat masih layak digunakan tetapi memerlukan biaya operasional tinggi.


Dispar juga telah mencari alternatif perbaikan, termasuk ke Mataram, namun prosesnya terkendala biaya dan kebutuhan tenaga ahli. “Kami tidak tinggal diam. Kami sudah datang ke Mataram mencari tempat perbaikan, tetapi disarankan agar unit dibawa utuh ke Sumbawa dan itu membutuhkan biaya serta tenaga ahli. Kami juga terkendala anggaran di tengah efisiensi,” jelasnya.

Selain wahana, pagar kawasan wisata, garasi banana boat, dan shelter juga mengalami kerusakan.


Sementara itu, Dispar Kota Bima juga mengkaji penanganan Kapal Banawa yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Sukarno menjelaskan, Kapal Banawa menjadi salah satu aset wisata yang memerlukan perhatian serius. Sebelum mengalami kerusakan, kapal tersebut sempat menjalani docking dan pembersihan karena dipenuhi tumbuhan laut.


“Kapal itu sebelumnya penuh dengan tumbuhan laut sehingga kami lakukan docking dan pembersihan. Dalam proses tersebut terjadi kebocoran dan saat ini kondisinya memang memprihatinkan,” katanya.


Kapal tersebut merupakan aset hibah pemerintah pusat sehingga penanganannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku.Penanganan Kapal Banawa menjadi bagian dari upaya Dispar Kota Bima membenahi aset wisata daerah. Bersamaan dengan langkah menggandeng investor dan memperbaiki fasilitas di Pantai Lawata, pemerintah berharap aset-aset yang belum termanfaatkan secara optimal dapat kembali berfungsi dan mendukung pengembangan pariwisata serta peningkatan pendapatan asli daerah. (hir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut