Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaBulog Sumbawa Kirim 4.000 Ton Beras ke NTT dan Bali 

Bulog Sumbawa Kirim 4.000 Ton Beras ke NTT dan Bali 

Sumbawa Besar (ekbisntb) – Badan Urusan Logistik  Sub Divisi Regional Kabupaten Sumbawa, melakukan pergeseran atau mengirim stok  beras ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Bali sebesar 4.000 ton sejak bulan Januari- April. Tujuannya untuk memenuhi stok cadangan pangan di dua wilayah tersebut.

“Kalau moveoutnas beras secara bertahap dari awal tahun sampai sekarang terus kita lakukan terutama ke NTT dan Bali untuk memenuhi stok cadangan pangan di kedua wilayah,” kata Pinca Perum Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto, kepada Suara NTB, Rabu (22/4).

- Iklan -

Nur melanjutkan, beras yang dikeluarkan tersebut merupakan hasil pengadaan yang dilakukan Bulog pada tahun 2025 lalu. Pergeseran itu bertujuan untuk memenuhi stok cadangan pangan di daerah yang meminta, termasuk juga menambah space gudang untuk penyerapan tahun berjalan.

“Pergeseran kita lakukan untuk menambah space gudang yang kita miliki, termasuk juga membantu daerah yang membutuhkan stok cadangan beras,” ucapnya.

Menurutnya, pengiriman yang dilakukan pemerintah tidak akan mengganggu kebutuhan beras di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Apalagi kedua wilayah ini, memiliki karakter sama dalam menjaga ketahanan di daerah masing-masing.

“Kegiatan moveoutnas ini tidak akan mengganggu kebutuhan beras Sumbawa dan KSB. Stok kita cukup banyak, bahkan akan terus bertambah karena kita masih melakukan penyerapan gabah petani,” jelasnya.

Berdasarkan data, untuk penyerapan gabah setara beras yang sudah dilakukan Bulog saat ini mencapai 49.400 ton dari target 59.000 ton. Pihaknya berupaya menyerap gabah milik petani saat panen raya.

“Ya kan target kita per satu tahun (Januari-Desember), sehingga kami tetap optimist target yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai,” ujarnya.

Penyerapan beras yang dilakukan Bulog juga akan melibatkan mitra yang sudah terbentuk sebelumnya. Bahkan secara target harian untuk penyerapan gabah setara beras masih sesuai target atau on the track. Sementara, harga masih tetap mengacu pada ketetapan pemerintah.

“Kalau untuk harga kita masih tetap sesuai HPP pemerintah yakni di angka Rp6. 500 per kilogram dengan kadar air yang sudah ditetapkan,” sebutnya.

Selama penyerapan dipastikan tidak ada kendala meski beberapa gudang sudah mulai terisi. Bahkan untuk gudang induk yang dimiliki Bulog sudah penuh, karena masih ada beras pengadaan di tahun sebelumnya.

“Kami akan terus berupaya untuk menambah gudang dengan melakukan penyewaan terhadap beberapa gudang yang menjadi mitra Bulog,” tambahnya. (ils) 

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut