Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaSerapan Jagung di Sumbawa dan KSB Rendah

Serapan Jagung di Sumbawa dan KSB Rendah

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) baru menyerap jagung sebanyak 3.100 ton dari sejumlah mitra usaha yang berada di Sumbawa dan Sumbawa Barat. Padahal, target serapan jagung sebanyak 60.000 ton.

“Jadi, untuk serapan kita hingga bulan April masih di angka 3.100 ton. Jumlah itu masih sangat jauh dari target yang ditetapkan, tetapi kami akan tetap berusaha mengejar target itu,” kata Pinca Perum Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto, kepada wartawan, Selasa (21/4).

- Iklan -

Nur melanjutkan, target serapan yang masih rendah tersebut tetap akan diupayakan bisa terealisasi. Apalagi untuk puncak musim panen jagung akan terjadi pada bulan Mei-Juni, sehingga perlu bekerja sama dengan Mitra yang ada.

“Kalau secara target harian untuk serapan jagung tersebut untuk Sumbawa dan Sumbawa Barat masih on the track dan tidak ada persoalan di lapangan,” ucapnya.

Kendala utama serapan yang belum maksimal lantaran belum memasuki panen raya, sehingga dalam rentan waktu dua bulan kedepan akan dimaksimalkan penyerapan jagung milik petani. “Kami tetap akan berusaha maksimal untuk mengejar target yang telah ditetapkan pemerintah dan kami sangat optimis target tersebut akan tercapai karena waktunya masih cukup panjang,” jelasnya.

Dia pun meyakinkan, bahwa Bulog Sumbawa pada prinsipnya sudah sangat siap melakukan penyerapan jagung dengan catatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pihaknya akan tetap menyiapkan gudang untuk penyerapan jagung setelah mobilisasi jagung terealisasi.

“Kita mulai melakukan pengiriman ke Jawa Timur tinggal eksekusi pengangkatannya. Untuk Jawa Timur sisa stok tahun kemarin yang akan kita keluarkan sekitar 100 ton,” tambahnya.

Sementara untuk mekanisme penyerapan lanjutnya, dipastikan tetap sama seperti pembelian jagung di tahun-tahun sebelumnya dengan memperhatikan ketentuan kadar air. Pihaknya pun melakukan penyerapan dengan menggandeng sejumlah mitra Bulog yang telah menandatangani kontrak.

“Harga pembelian tetap disesuaikan dengan Kadar Air (KA). Misalnya KA 30 persen sesuai ketetapan Bapanas yakni Rp 4.000 per kilogram, KA 20 persen Rp 4.100 dan seterusnya. Nanti di gudang, Bulog terima dari mitra KA 15 persen harga Rp6. 500,” ujarnya. (ils)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut