26.5 C
Mataram
BerandaBerandaBersaing dengan F1 di Singapura, ITDC Siapkan Strategi agar MotoGP Mandalika 2026...

Bersaing dengan F1 di Singapura, ITDC Siapkan Strategi agar MotoGP Mandalika 2026 Tetap Diminati

Mataram (suarantb.com) — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dipastikan akan berlangsung bersamaan dengan ajang Formula 1 (F1) Singapura, yang selama ini dikenal sebagai magnet besar wisatawan internasional. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk tetap menjaga daya tarik MotoGP Mandalika, khususnya bagi penonton dan wisatawan mancanegara.

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi khusus agar MotoGP Mandalika 2026 tetap kompetitif dan diminati, meski harus berbagi perhatian dengan balapan F1 di kawasan Asia Tenggara.

“Persiapan MotoGP sesungguhnya sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Karena ini event berulang, tapi dikemas dengan cara yang berbeda,” ujar Troy.

Didukung Penuh Pemprov dan Pemkab

Troy menjelaskan, kesiapan MotoGP Mandalika 2026 mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota. Bahkan, Gubernur NTB, Lalu. Iqbal menginisiasi pertemuan khusus bersama para kepala daerah untuk membahas persiapan MotoGP sebagai agenda strategis pariwisata di Mataram, Rabu, 4 Februari 2026.

“Salah satu concern utama dalam pertemuan hari ini memang persiapan MotoGP. Kami berterima kasih karena ini didukung langsung oleh Pemprov dan Pemkab,” jelasnya.

Menurut Troy, ITDC tidak memandang F1 Singapura sebagai pesaing mutlak, melainkan sebagai event global yang berlangsung bersamaan dan sama-sama memiliki pasar sendiri.

“Kami tidak bilang lawan, tapi bersama dengan F1. Secara race tidak akan berubah, tapi yang kami siapkan adalah penguatan side event, tontonan pendukung, dan kreativitas baru yang bisa memberi pengalaman berbeda bagi penonton,” katanya.

Salah satu strategi utama ITDC adalah menghadirkan paket terintegrasi antara menonton MotoGP dan berwisata di Lombok serta destinasi sekitar. ITDC akan mengembangkan skema tiket yang tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga pengalaman wisata secara menyeluruh.

“Bulan Maret nanti kami rencanakan meluncurkan tiket dalam bentuk bundling. Jadi tidak hanya nonton MotoGP, tapi juga bisa berwisata ke Gili, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan destinasi lain di NTB,” terang Troy.

Ia menilai pendekatan ini akan memperluas segmentasi pasar, sekaligus memperkuat posisi MotoGP Mandalika sebagai ajang sport tourism kelas dunia.

“Artinya, kita kembangkan tiket ini lebih luas spektrumnya, tidak hanya sekadar MotoGP,” tambahnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pelaku industri pariwisata, ITDC optimistis MotoGP Mandalika 2026 tetap mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Insyaallah, bismillah, pemerintah sangat mendukung. Gubernur dan Bupati juga optimistis, dan kami sebagai pelaksana tentu harus optimistis,” tegas Troy.

Ia menambahkan, kehadiran berbagai pemangku kepentingan pariwisata yang datang langsung ke Mataram untuk membahas MotoGP menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ajang balap dunia tersebut di Lombok. (bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut