26.5 C
Mataram
BerandaBerandaMasuk 10 Kota Se-Indonesia, Program Kota Pintar Dievaluasi Komdigi

Masuk 10 Kota Se-Indonesia, Program Kota Pintar Dievaluasi Komdigi

Mataram (ekbisntb.com) – Kota Mataram terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Awal tahun 2026, ibukota Provinsi NTB masuk 10 kota se-Indonesia sebagai kota pintar yang dievaluasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Abdul Manan membenarkan, Mataram masuk 10 kota se-Indonesia yang dievaluasi program sebagai smart city atau kota pintar dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Sembilan kota lainnya diantaranya, Kota Batam, Bandung, Jambi, Balikpapan, Makassar, Banjarmasin dan Denpasar. “Bayangkan dari 251 kota se-Indonesia. Kota Mataram masuk 10 besar yang dipilih untuk evaluasi program smart city,” terangnya ditemui pada, Senin (2/2/2026).

Komponen program kota pintar yang disusun berdasarkan alur evaluasi. Diantaranya, baseline atau dasar dasar merupakan kondisi awal atau titik awal sebelum program smart city diimplementasikan. Baseline ini berkaitan dengan kesiapan daerah dari aspek regulasi, infrastruktur dasar serta data kependudukan awal.

Aspek output merupakan produk konkret atau layanan langsung yang dihasilkan dari inisiatif sebagai kota cerdas. “Kota Mataram sudah banyak mengeluarkan masterplan smart city dan pengaduan secara online,” terangnya.

Berkaitan dengan outcome berupa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat atau pemerintah akibat dari output yang dihasilkan. Kota Mataram lanjut Manan, telah membangun sistem informasi pelayanan di rumah sakit berupa e-reservasi. RSUD H. Moh. Ruslan mengembangkan tidak hanya untuk pesan kamar, tetapi melihat ketersediaan kamar. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan 119.

Proses evaluasi program smart city lanjut Manan, langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Tim asesor berasal akademis Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Kementerian Keuangan. “Jadi banyak ahli yang akan mengevaluasi program ini,” jelasnya.

Sebagai kota pintar kata Manan, memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Program ini telah berjalan lima tahun dan dirasakan oleh masyarakat seperti pelayanan perizinan terpadu,pelayanan kesehatan, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, program ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, karena tidak seluruhnya warga Kota Mataram melek teknologi. “Tugas kita adalah terus mensosialisasikan program ini supaya masyarakat sadar dengan perkembangan teknologi informasi,” demikian kata dia. (cem)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut