26.5 C
Mataram
BerandaBerandaSampah Menumpuk Empat Hari, Aktivitas Pedagang di Pasar Karang Jasi Terganggu

Sampah Menumpuk Empat Hari, Aktivitas Pedagang di Pasar Karang Jasi Terganggu

Mataram (ekbisntb.com) – Sejumlah pedagang dan masyarakat mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak diangkut selama empat hari di depan Pasar Tradisional Karang Jasi, Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Ampenan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli dan arus lalu lintas, bahkan berdampak pada penurunan penghasilan pedagang.

Pantauan Suara NTB pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, terlihat tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter menggunung di sepanjang depan Pasar Karang Jasi. Bahkan, pada salah satu titik, tumpukan sampah menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan dan memicu kemacetan.

Seorang pedagang tempe, Sariin, mengaku tumpukan sampah di depan lapak dagangannya sudah terjadi selama empat hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas jualannya terganggu.

“Bagaimana ini, kami yang jualan jadi terganggu. Padahal kami bayar iuran kebersihan, tapi sampai sekarang tidak ada yang angkut. Seperti tidak ada penanggung jawab,” keluhnya saat ditemui, Selasa (27/1/2026).

Menurut Sariin, kondisi tersebut tidak seperti biasanya. Sampah yang biasanya diangkut setiap hari kini dibiarkan menumpuk bercampur air, menimbulkan bau menyengat dan merusak pemandangan di sekitar lapak dagangannya. Akibatnya, jumlah pembeli menurun drastis.

“Biasanya siang tempe sudah tinggal sedikit. Sekarang pembeli berkurang karena sampah menumpuk dan bau,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Fia. Ia mengatakan tumpukan sampah selama empat hari ini merupakan kejadian yang tidak biasa. Bau menyengat dari sampah membuat pedagang dan pembeli merasa tidak nyaman. “Jelas kami terganggu. Gimana orang mau beli kalau sampah menumpuk di depan,” ujarnya.

Fia menambahkan, sejak sampah menumpuk di depan pasar, sejumlah pedagang terpaksa memilih tidak berjualan. Pasalnya, lokasi tempat berjualan mereka dipenuhi sampah. “Pedagang baju, sayur, sampai daging ada yang tidak keluar jualan karena sampah menumpuk,” jelasnya.

Sementara itu, pedagang ikan, Wati, mengungkapkan kondisi yang lebih memprihatinkan. Ia mengaku beberapa kali menemukan ulat keluar dari tumpukan sampah dan mendekati lapak jualannya yang hanya berjarak sekitar 20 sentimeter. “Kadang ulatnya keluar, sampai nempel di kaki saya. Untung tidak masuk ke baskom ikan,” katanya dengan nada kesal.

Menurut Wati, selama kondisi tersebut belum ditangani, pendapatan pedagang yang berjualan di area depan Pasar Karang Jasi dipastikan terus menurun. “Kalau begini terus, siapa yang mau beli? Kotor dan bau,” ucapnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menangani tumpukan sampah tersebut agar aktivitas perdagangan dan lalu lintas di sekitar Pasar Karang Jasi kembali normal.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan tumpukan sampah terjadi karena armada truk pengangkut mengalami kerusakan. Selain itu, operator kebersihan tidak segera melaporkan kendala tersebut sehingga penanganan terlambat dilakukan.

“Truknya rusak dan operator tidak melapor dari kemarin, makanya sampah menumpuk. Tapi hari ini (Selasa, 27/1/2026) langsung kami angkut,” ujarnya.

Dengan penanganan tersebut, DLH Kota Mataram memastikan pengangkutan sampah di Pasar Karang Jasi kembali berjalan normal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (pan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut