Mataram (ekbisntb.com) – Produk sepatu impor asal Vietnam mulai menggempur pasar di Nusa Tenggara Barat. Peminatnya bahkan terus meningkat. Salah satu penjual, Yudi, mengaku penjualan sepatu Vietnam terus meningkat karena harga yang terjangkau dengan kualitas yang dinilai tak jauh berbeda dari produk bermerek asli.
Yudi membuka lapak sepatu Vietnam salah satunya di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. Lapak ini beroperasi hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari, selama kondisi cuaca mendukung.
“Kalau tidak hujan, tiap hari saya jualan,” ujar Yudi.
Menurut Yudi, sepatu yang dijualnya merupakan produk impor dari Vietnam, baik dalam kondisi baru maupun second pilihan. Ia menyebut, kualitas sepatu Vietnam saat ini cukup baik sehingga diminati konsumen dari berbagai kalangan.
“Barang Vietnam impor, ada yang baru dan ada juga second. Kualitasnya hampir sama, makanya banyak yang cari,” jelasnya.
Ia menambahkan, dibandingkan produk dari China yang kini harganya cenderung lebih mahal, sepatu Vietnam dinilai lebih kompetitif. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, dengan kisaran mulai dari ratusan ribu rupiah hingga paling mahal sekitar Rp500 ribu per pasang.
“Paling mahal sekitar Rp500 ribu. Untuk kualitas, bisa dibilang satu banding satu dengan merk-merk ori (asli) dunia. Makanya banyak sekali peminatnya,” ungkap Yudi.
Dalam satu kali pengambilan barang, Yudi bisa mendatangkan sekitar 100 pasang sepatu. Jumlah tersebut, kata dia, bisa habis dalam waktu relatif singkat tergantung minat pembeli.
“Biasanya cepat habis, tergantung minat. Alhamdulillah cepat laku karena kita ambil yang sudah diseleksi, sesuai selera pelanggan,” katanya.
Yudi mengungkapkan, sebagian besar pembeli berasal dari kalangan dewasa. Menurutnya, konsumen tertarik karena sepatu Vietnam menawarkan kombinasi harga murah dan kualitas yang dinilai memuaskan.
“Pembeli banyak karena harganya terjangkau, kualitasnya juga tidak jauh beda,” ujarnya.
Maraknya peredaran sepatu impor Vietnam ini menunjukkan tingginya minat masyarakat NTB terhadap produk alternatif yang lebih ekonomis, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi produk lokal maupun merek resmi di pasaran. (bul)






