26.5 C
Mataram
BerandaBerandaPemasangan PJU, Pemkab Bima Alokasikan Anggaran Rp3,5 Miliar

Pemasangan PJU, Pemkab Bima Alokasikan Anggaran Rp3,5 Miliar

Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengalokasikan anggaran Rp3,5 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, untuk pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di 145 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, Samsudin mengatakan program pemasangan PJU tersebut, menggunakan dua skema anggaran yakni, melalui anggaran pendapatan dan belanja (APBD) murni dan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan. Pemasangan PJU ini menyasar wilayah yang membutuhkan penerangan jalan demi keselamatan pengguna lalu lintas.

“Total anggaran Rp3,5 miliar itu digunakan untuk pemasangan sekitar 145 titik lampu jalan,” ujar Samsudin saat ditemui, Jumat (23/1/2026).

Ia merinci, sebanyak 71 titik PJU dipasang di Kecamatan Woha, Madapangga, Wera, dan Wawo. Selain itu, Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu, mendapat 18 titik. Sementara Kecamatan Palibelo kebagian sekitar 27 titik, sehingga total PJU tenaga listrik mencapai 45 titik. Sementara pemasangan lainnya, tersebar di Kecamatan Palibelo, Lambu, Sape, Sanggar, hingga Wera. “Untuk PJU yang menggunakan tenaga listrik, pemasangan dilakukan di Kecamatan Woha, mulai dari Cabang Godo hingga perbatasan Desa Risa,” paparnya.

Program penerangan jalan ini kata Samsudin, tidak berhenti pada 2025. Pemkab Bima telah menyiapkan rencana penambahan PJU pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp150 juta.

“Tahun 2026 ada penambahan lagi. Salah satu lokasi yang direncanakan di Desa Padolo, meskipun teknis pelaksanaannya masih dibahas,” jelasnya.

Di sisi lain, Dishub Bima mengakui masih terdapat sejumlah PJU yang belum berfungsi optimal. Anggaran pemeliharaan telah disiapkan, namun mekanisme penggunaannya masih menunggu penetapan teknis.

“Dana pemeliharaan tersedia sekitar Rp1,3 miliar. Nantinya digunakan untuk seluruh PJU tenaga listrik di Kabupaten Bima, apakah untuk biaya listrik atau kebutuhan teknis lainnya,” ungkapnya.

Selain persoalan teknis, Samsudin juga menyoroti maraknya pencurian lampu PJU berbasis solar cell. Kasus tersebut terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Belo.

“Ada lampu yang baru terpasang beberapa bulan sudah hilang. Kasusnya sudah kami laporkan ke pihak kepolisian,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum tersebut. Menurutnya, PJU merupakan bagian penting dari keselamatan lalu lintas.

“Kami harap masyarakat merasa memiliki. Dijaga bersama, bukan diambil. Penerangan jalan ini untuk kepentingan kita semua dan berhubungan langsung dengan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (hir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut