Mataram (suarantb.com) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga sejumlah bahan pokok, khususnya cabai rawit dan tomat, seiring peralihan musim tanam dan pengaruh cuaca yang berdampak pada ketersediaan stok di pasar tradisional. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah menggelar operasi pasar rakyat.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, fluktuasi harga kebutuhan pokok saat ini masih dalam batas wajar. Meski demikian, pemerintah tetap perlu melakukan langkah antisipasi, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Memang ada kenaikan harga, tetapi tidak terlalu signifikan. Apalagi kita juga mulai mendekati bulan puasa, sehingga antisipasi tetap perlu dilakukan. Namun masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Ia memaparkan perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Mataram. Harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat mengalami fluktuasi dalam sepekan terakhir. Harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram. Harga tomat juga mengalami penurunan dari Rp14 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.
Namun demikian, sebelumnya harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram sempat melonjak cukup tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai rawit berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Bahkan, pada puncak malam pergantian tahun baru, Rabu (31/12/2025), harga cabai rawit sempat menembus Rp65 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh terbatasnya stok cabai lokal akibat faktor cuaca serta berakhirnya masa panen di sejumlah sentra produksi. Selain itu, sebagian petani mulai beralih ke masa tanam padi, sehingga produksi cabai mengalami penurunan.
“Produksi petani berkurang karena sudah mulai masuk masa tanam padi, ditambah curah hujan yang tinggi. Menurut petani pemasok cabai ke Mataram, ketika cabai terkena hujan terus-menerus, kualitasnya menurun atau gosong, sehingga pasokan berkurang,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Mataram, Disdag akan menggelar operasi pasar rakyat di sembilan titik yang tersebar di enam kecamatan. Operasi pasar tersebut direncanakan berlangsung selama dua pekan pada Januari 2026.
Melalui operasi pasar ini, pemerintah berharap dapat menekan lonjakan harga, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah peralihan musim dan menjelang bulan Ramadan. (pan)






