spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaNTBLombok BaratGudang Penyimpanan Bulog Lotim "Overload"

Gudang Penyimpanan Bulog Lotim “Overload”

Lombok (ekbisntb.com) -Gudang tempat penyimpanan Badan Urusan Logistik (Bulog) di tiga tempat di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami overload. Penyerapan gabah tahun 2025 ini cukup fantastis disebut terbesar sepanjang sejarah.

Kepala Cabang Bulog Lotim, Supermansyah saat dikonfirmasi menyampaikan kapasitas gudang Bulog Lotim 25 ribu ton. Yakni gudang di Sakra, Lendang Batu Sukamulia serta yang ada di kantor Bulog Cabang Lotim di Sikur.

- Iklan -

Target pembelian Bulog tahun 2025 ini awalnya 23 ribu ton. Kemudian naik menjadi 27 ribu ton. Semua target tersebut mampu dilampaui dan saat ini telah mencapai 35 ribu ton. Kondisi ini membuat Bulog terpaksa menyewa tujuh gudang tambahan. Supermansyah berharap Pemkab Lotim dapat membantu Bulog untuk menyiapkan lokasi gudang lain tempat penyimpanan karena masih dilakukan pengadaan.

“Ada gudang pilial dan tempat lain penyimpanan di sewa untuk akomodir, tapi ternyata masih kurang,,” sebutnya.

Menurut Supermansyah, realisasi penyerapan gabah petani Lotim ini mencapai 1.132 persen. Petani cukup semangat menjual ke Bulog karena harga yang pembelian dari Bulog ini cukup baik. Harga Rp 6.500 Gabah Kering Panen ini disebut menjadi salah satu pemicu tingginya capaian serapan.

Selain itu, adanya keterlibatan dari semua pihak. Pasukan loreng di bawah komando Komandan Distrik Militer (Dandim) 1612 serta dukungan penuh dari pemerintah daerah Lotim yang cukup masif selama proses penyerapan.

Lebih jauh soal keterbatasan gudang, Supermansyah menyebut Bulog juga tahun 2025 ini harus melakukan penyerapan jagung. Khusus jagung, Bulog ditarget tahun ini 14 ribu ton. Realisasi sampai saat ini baru 4 ribu ton. Masih tersisa 10 ribu ton yang harus diserap dan butuh gudang sebagai tempat penyimpanan.

“Gudang jagung dan beras bedakan. Jagung di gudang Sakra dan kita sewa gudang di Pringgabaya,” paparnya.

Soal jagung dikatakan belum bisa maksimal capaian karena belum panen raya. Estimasinya Agustus dan September mendatang baru panen raya sehingga penyerapan bisa lebih besar

Lokasi tanam jagung diamati selama ini sebagian besar ada di wilayah Kecamatan Jerowaru dan Pringgabaya. Soal harga, Bulog masih membeli dengan harga Rp 5.500 masuk gudang.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin mengapreasi capaian Bulog dalam penyerapan gabah petani. Tahun ini disebut memang menjadi realisasi terbesar sepanjang sejarah. (rus)

Artikel Yang Relevan

Iklan











Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut