Lombok (ekbisntb.com) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan para guru ngaji, BPRS Dinar Ashri atau Bank Dinar melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation menyalurkan bantuan 33 unit sepeda motor kepada para guru ngaji di Kota dan Kabupaten Bima, Jumat 18 Juli 2025. Program ini merupakan lanjutan dari penyaluran tahun sebelumnya yang dilaksanakan di wilayah Mataram dan Lombok Barat sebanyak 25 unit.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen bersama Ketua LAZ MIM Foundation, Romi Saefuddin menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari penyaluran zakat perusahaan yang disalurkan secara bertahap kepada guru-guru ngaji yang dinilai layak mendapatkan dukungan.

“Alhamdulillah tahun ini jumlah bantuan meningkat menjadi 33 unit untuk wilayah Bima. Ini menunjukkan pertumbuhan perusahaan sejalan dengan meningkatnya kontribusi sosial yang bisa kami berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Penyaluran sepeda motor ini dikhususkan bagi guru ngaji yang telah melewati proses asesmen ketat oleh tim MIM Foundation. Kriteria penerima antara lain telah lama mengajar ngaji secara ikhlas, berasal dari keluarga kurang mampu, mampu mengendarai motor, serta bersedia menandatangani kesepakatan pemanfaatan kendaraan secara bertanggung jawab.
“Jadi bukan sembarang dibagikan. Tim kami turun langsung ke lapangan, menilai kondisi rumah, penghasilan, dan komitmen mereka dalam mengajar. Hanya mereka yang benar-benar membutuhkan dan layak yang kami bantu,” tegas Mustaen.
Sepeda motor ini tidak langsung menjadi milik pribadi penerima. Mereka harus menjalani masa pendampingan dan pengawasan selama lima tahun untuk memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai tujuan. Jika selama periode itu tidak ada pelanggaran, motor akan diserahkan sepenuhnya kepada guru ngaji bersangkutan.
Menurut Mustaen, bantuan kendaraan ini diharapkan bisa mempermudah mobilitas para guru ngaji dalam menjalankan aktivitas keagamaan maupun ekonomi.
“Pagi bisa digunakan untuk mencari nafkah, sore hingga malam untuk mengajar ngaji. Bahkan bila istri mereka butuh modal usaha, kami siap bantu lewat program pembiayaan mikro,” ungkapnya.
Karena itu, dengan semakin banyaknya masyarakat yang menempatkan layanan keuangannya di Bank Dinar, secara otomatis ikut memberikan sumbangsih bagi para Asnaf (golongan-golongan yang berhak menerima zakat) dalam rangka mendukung pemerintah mengentaskan persoalan-persoalan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ketua LAZ MIM Foundation, Romi Saefuddin menambakan, program ini bukan hanya bertujuan untuk mendukung aktivitas dakwah, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi para guru ngaji yang selama ini kerap luput dari perhatian.
“Bayangkan, gaji guru Bahasa Inggris bisa Rp3 juta, sementara guru ngaji hanya Rp300 ribu. Ini jadi keprihatinan bersama yang coba kami jawab lewat kolaborasi Bank Dinar dengan MIM Foundation,” tambah Romi.
Ke depan, program ini direncanakan akan menyasar wilayah-wilayah lain di NTB, seperti Lombok Timur. Saat ini, Bank Dinar juga tengah mengembangkan jaringan layanan perbankan dengan rencana membuka empat kantor cabang baru di Bima.
“Kami sedang ajukan izin ke OJK untuk membuka empat kantor baru: satu di Tente dan tiga di Sape, Sila, dan Monta. Ini bagian dari komitmen kami membangun ekonomi daerah dari bawah,” demikian Mustaen.(bul)