spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaPariwisata22 Warga Lokal Ikuti Pelatihan Vertical Rescue Rinjani

22 Warga Lokal Ikuti Pelatihan Vertical Rescue Rinjani

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 22 warga lokal mengikuti pelatihan penyelamatan vertikal Rinjani yang diselenggarakan oleh Pemprov NTB dan sejumlah pihak. Pelatihan vertikal bertujuan untuk melatih para guide Rinjani dalam memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan pendakian.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan selain membuka pelatihan vertical rescue, pihaknya juga akan membenahi total tata kelola Gunung Rinjani.

- Iklan -

‘’Hari ini kita berkumpul secara kolaboratif. Ini yang telah lama hilang, masing-masing kita mempunyai kemampuan tapi tak pernah berkolaborasi. Inilah yang kita lakukan hari ini untuk berkolaborasi terhadap kemajuan Gunung Rinjani,’’ ujarnya, Kamis, 17 Juli 2025.

Tiga langkah utama sebagai bagian dari komitmen perbaikan, di antaranya membentuk tim vertical rescue yang dilatih dan disertifikasi secara internasional. Tim Skygers ditunjuk untuk melatih para pemuda dari desa-desa sekitar kaki Gunung Rinjani.

Sebanyak 22 orang akan dilatih dan 10 di antaranya disiapkan untuk memperoleh sertifikasi standar internasional dalam operasi vertical rescue. Menariknya, seluruh pembiayaan kegiatan ini ditanggung oleh stakeholder non-pemerintah di kawasan Rinjani. “Tidak satu rupiah pun dari APBD atau APBN,” tegasnya.

Langkah kedua adalah pemasangan papan peringatan dan informasi (signage) di jalur pendakian yang selama ini absen. Kebutuhan ini juga akan dipenuhi melalui dukungan para mitra non-pemerintah.

Ketiga, pembelian peralatan penyelamatan berstandar tinggi yang akan ditempatkan di puncak Rinjani. Tujuannya, agar ketika terjadi keadaan darurat, proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.

Sejauh ini, sejumlah infrastruktur pendukung juga telah dibangun, seperti toilet kering dan emergency shelter di beberapa titik strategis jalur pendakian.

“Bagaimana teman-teman pelaku bersama-sama bersatu padu menunjukkan status sosialnya terhadap Gunung Rinjani. Pihak swasta dan masyarakat ikut membantu memperbaiki tata kelola,” sambungnya.

Iqbal menegaskan, kolaborasi ini tidak akan berhenti pada pertemuan awal saja. Kick-off hari ini akan berlanjut hingga Rinjani memiliki sistem pengelolaan setara dengan destinasi pendakian kelas dunia.

“Ujungnya adalah menjadikan tata kelola Gunung Rinjani setara dengan jalur-jalur trekking di Alpen atau Nepal. Semua standar harus disejajarkan, agar semua orang yang datang ke Rinjani bisa bercerita bahwa gunung ini tidak hanya indah tapi juga dikelola secara profesional,” pungkasnya.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan insiden di jalur pendakian. SOP ini akan dirancang bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

“Kami akan lakukan pendataan detail terhadap pendaki, apakah mereka pemula atau berpengalaman. Semua akan di-briefing sebelum naik gunung, termasuk soal keselamatan, kesehatan, dan pengelolaan sampah,” jelasnya.

Kepala BTNGR, Yarman, menyambut baik sinergi ini. Ia menyebutkan bahwa pelatihan vertical rescue merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. “Selain kegiatan dari Skygard dan Consina, pada 28 Juli nanti Basarnas juga akan memberikan pelatihan dan pemberdayaan bagi masyarakat, termasuk pelaku wisata trekking,” ujarnya.

BTNGR bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga tengah menyiapkan penguatan sistem NSPK pendakian serta evaluasi SOP agar sesuai dengan kebutuhan terkini. Selain itu, akan dilakukan pengadaan perlengkapan pendakian (supplies) dan pembangunan shelter baru di Pos 4 Rinjani.

“Shelter ini akan menjadi pos siaga bagi petugas serta tempat penyimpanan perlengkapan penyelamatan,” pungkasnya. (era)

Artikel Yang Relevan

Iklan












Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut