spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiPengamat Unram: Stabilitas Ekonomi Tak Akan Terjaga Jika Kericuhan Terus Berlanjut

Pengamat Unram: Stabilitas Ekonomi Tak Akan Terjaga Jika Kericuhan Terus Berlanjut

Lombok (ekbisntb.com) – Kericuhan yang belakangan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dinilai berpotensi besar mengganggu stabilitas ekonomi nasional, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Mataram, Dr. Ihsan Rois, yang juga menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unram.

- Iklan -

Menurutnya, setiap gejolak sosial akan menimbulkan efek domino, mulai dari menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah hingga terganggunya iklim investasi.

“Kalau stabilitas tidak terjaga, maka transmisi ekonomi akan macet. Ujungnya, ekonomi sulit bergerak ke depan,” kata Ihsan Rois di Mataram, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Ia mencontohkan, aksi kerusuhan seperti pembakaran gedung DPRD di NTB oleh massa dapat menciptakan kekhawatiran di kalangan dunia usaha. Kondisi ini berisiko memicu panic buying di masyarakat dan memperparah tekanan ekonomi yang saat ini sudah dihadapkan pada kenaikan harga serta efisiensi ketat belanja negara.

“Situasi sekarang sudah sulit. Harga-harga naik, pemerintah melakukan efisiensi belanja, masyarakat ikut menekan pengeluaran. Kalau ditambah kerusuhan, ini bisa makin memperburuk keadaan,” jelasnya.

Dr. Ihsan menilai bahwa sumber keresahan publik bukan hanya soal solidaritas aksi mahasiswa di berbagai daerah, tetapi juga terkait ketidakadilan kebijakan fiskal. Ia menyoroti praktik kenaikan pajak di sejumlah daerah yang memberatkan masyarakat.

“Kebijakan seperti itu justru menambah beban, menciptakan ketidakpercayaan publik, dan membuat situasi semakin panas,” ujarnya.

Untuk mencegah kondisi memburuk, ia menekankan pentingnya langkah cepat dan nyata dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu menenangkan masyarakat, merespons tuntutan secara proporsional, serta melakukan koreksi kebijakan yang dianggap tidak adil.

“Tidak cukup hanya dengan imbauan tokoh agama atau kepala daerah. Harus ada tindakan nyata dari pemerintah agar publik percaya bahwa aspirasi mereka benar-benar didengar,” tegasnya.

Lebih jauh, Dr. Ihsan juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam tindakan anarkis. Ia mendorong semua pihak menjaga kedamaian agar pembangunan ekonomi tidak tersendat. “Kalau stabilitas hilang, investasi pasti turun, lapangan kerja berkurang, dan masyarakat sendiri yang paling merasakan dampaknya,” pungkasnya.(bul)

Artikel Yang Relevan

Iklan












Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut