spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiPemerintah Gelar Gerakan Pangan Murah hingga ke Pelosok Daerah

Pemerintah Gelar Gerakan Pangan Murah hingga ke Pelosok Daerah

Lombok (ekbisntb.com) – Guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersama TNI, Polri, dan Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah. Gerakan ini diperluas jangkauannya hingga ke tingkat kecamatan dan wilayah terpencil.

Komandan Kodim 1615/Lotim, Letkol Eky Anderson, menjelaskan gerakan ini merupakan sinergi dari empat pilar, yaitu Pemda, TNI, Polri, dan Bulog. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilisasi harga, khususnya untuk beras dan sembako. “Kita dari empat pilar ini menjaga stabilisasi harga pangan khususnya beras dan sembako,” ujarnya pada Sabtu 30 Agustus 2025.

- Iklan -

Meski telah berjalan selama dua bulan terakhir, gerakan ini sengaja dimasifkan dalam rangka menyambut momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80. Letkol Eky menekankan bahwa distribusi dipastikan tepat sasaran dengan pengawasan lapangan yang dilakukan secara sinergis oleh Babinsa (TNI), Bhabinkamtibmas (Polri), dan Caraka Bulog.

“Tiga unsur ini memastikan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ini terdistribusi ke masyarakat, dan harga beras tidak naik,” tegasnya. Bahkan, pendistribusian dilakukan hingga ke pulau terpencil seperti Pulau Maringkik dengan menggunakan kapal.

Pimpinan Cabang Bulog Lotim, Supermansyah, membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, harga beras yang ditawarkan kepada masyarakat sangat terjangkau, yaitu Rp 60.000 per kemasan 5 kg, atau setara Rp 12.000 per kilogram.

“Setiap kecamatan di Lombok Timur mendapatkan jatah distribusi masing-masing sebanyak 7 ton. Hanya Kecamatan Selong yang diberikan 10 ton,” jelas Supermansyah.

Program yang menargetkan pelaksanaan hingga Desember 2025 ini difokuskan pada titik-titik yang mengalami lonjakan harga.

Di sisi ketersediaan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lotim, Achsan Nasirul Huda, memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Stok beras saat ini mencapai 148.000 ton, angka yang jauh lebih besar dari kebutuhan mingguan masyarakat yang sekitar 3.000 ton. “Ketersediaan beras kita ke depan ini sangat mencukupi,” tegas Achsan.

Untuk memastikan harga tetap stabil, petugas numerator terus melakukan pemantauan terhadap 12 komoditas pangan utama, termasuk beras, daging, ayam, dan telur. Pemerintah juga melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah lonjakan harga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Sebelumnya juga kita sudah menggelar operasi pasar di 44 desa,” ungkap Achsan.

Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan, harga pangan di Lotim masih relatif stabil. Meski ada peningkatan pada beberapa komoditas, kenaikannya dinilai tidak signifikan. “Untuk harga di Lombok Timur, bisa dikatakan stabil,” pungkasnya.

Dengan langkah strategis ini, pemerintah berharap masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sehingga kesejahteraan dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. (rus)

Artikel Yang Relevan

Iklan












Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut