PEMERINTAH Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, menilai bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap tingginya angka stunting di wilayah tersebut. Keterbatasan penghasilan keluarga menjadi penghambat utama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak, terutama pada masa pertumbuhan usia dini.

Lurah Sayang-Sayang, Rony Aprianto mengungkapkan, sebagian besar kasus stunting ditemukan pada keluarga berpendapatan rendah yang tidak mampu menyediakan makanan bergizi seimbang bagi anak-anak mereka.

“Memang salah satu indikator stunting disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung, serta pola asuh yang belum optimal. Ketika penghasilan terbatas, kebutuhan gizi dan pola asuh pun ikut terdampak,” ujarnya pada Jumat 29 Agustus.
Sebagai langkah preventif untuk menurunkan angka stunting, Pemerintah Kelurahan Sayang-Sayang telah meluncurkan dua program utama, yakni Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan edukasi pola asuh orang tua. Program ini menyasar keluarga dengan balita yang terindikasi berisiko stunting.
PMT diberikan dalam bentuk makanan sehat dan bergizi yang didistribusikan secara rutin melalui posyandu. Sementara itu, edukasi pola asuh dilakukan melalui penyuluhan berkala yang melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, serta ahli gizi.
“Pola asuh orang tua sangat menentukan tumbuh kembang anak. Melalui edukasi ini, kami ingin orang tua memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, serta menjaga kebersihan dan kesehatan anak,” tambah Rony.
Ia mencatat bahwa angka stunting di Kelurahan Sayang-Sayang pada tahun 2022 tercatat sebanyak 115 kasus. Namun, berkat berbagai penanganan dan program dari Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), jumlah tersebut berhasil ditekan secara signifikan hingga kini tersisa 20 kasus.
Pemerintah kelurahan juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk terus memantau perkembangan anak dan memberikan intervensi lanjutan bila diperlukan.
“Kami melihat perlunya kolaborasi dari berbagai pihak terkait, mulai dari OPD hingga ke tingkat lingkungan yang sudah mulai berjalan saat ini,” jelasnya.
Dengan kombinasi antara bantuan gizi dan peningkatan pengetahuan orang tua, Pemerintah Kelurahan Sayang-Sayang optimistis angka stunting di wilayahnya dapat terus ditekan dan dicegah sejak dini. (pan)