Lombok Barat (ekbisntb.com)-
Perusahaan pengirim tenaga kerja ke luar negeri yang bebasis di Desa Lelede, Banyumulek Kabupaten Lombok Barat, PT Tekad Jaya Abadi kembali memberangkatkan sebanyak 100 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Malaysia Barat.
Pelepasan Calon PMI ini dilakukan Jumat sore, 30 Januari 2026. Pelepasan calon PMI kali ini juga spesial, CEO Ketengah Perwira Sdn Bhd, Mazlan Bin Salleh bersama rombongan datang langsung dari Malaysia untuk mengikuti pelepasan dan pemberian santunan kepada anak yatim-piatu, kaum duafa, dan orang tua jompo, sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat Lombok.
Owner PT Tekad Jaya Abadi, H. Muhammadon, dalam kesempatan ini melakukan penyambutan hangat kepada para tamu dari Ketengah Perwira Sdn Bhd, unsur Pemprov NTB, Kabupaten Lombok Barat, dan stakeholder terkait yang hadir.
H. Madon mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah dijalankan perusahaannya sejak tahun 2006. Selain menyalurkan tenaga kerja secara legal ke luar negeri, pihaknya juga berupaya menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
“Kegiatan hari ini merupakan penyerahan santunan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu dan anak yatim. Bersamaan dengan itu, kami juga memberangkatkan sebanyak 100 pekerja migran ke Malaysia,” ujar Mantan Ketua APJATI NTB ini.
Ia menjelaskan, seluruh pekerja ditempatkan di sektor perkebunan di Malaysia Barat. Hingga awal tahun 2026 ini, PT Tekad Jaya Abadi telah memberangkatkan sekitar 500 Calon PMI dari NTB untuk bekerja di Malaysia.
“Sejak dibukanya kembali penempatan tenaga kerja ke Malaysia, kami sudah memberangkatkan 500 orang,” katanya.
Ia menegaskan, peluang kerja ke Malaysia masih terbuka lebar, khususnya melalui jalur resmi. Proses pendaftaran pun dilakukan tanpa pungutan biaya, sesuai ketentuan pemerintah.
“Ini gratis, tidak ada biaya. Ada sekitar 10 jenis pekerjaan yang memang tidak boleh dipungut biaya, seperti pemetik buah, pengangkut buah, sopir, pemanen, hingga pekerja rumah tangga,” tegasnya.
Calon PMI, lanjut Muhammadon, cukup datang dan mendaftar secara mandiri melalui sistem resmi yang terhubung dengan Dinas Tenaga Kerja. Proses hingga keberangkatan umumnya memakan waktu sekitar dua bulan.
Dari sisi penghasilan, gaji PMI di Malaysia cukup kompetitif. Upah awal berkisar 1.500 ringgit dan dapat meningkat hingga 1.700 ringgit sesuai Upah Minimum Regional (UMR) setempat, atau setara sekitar Rp6 jutaan per bulan.
Ini tentunya menjadi peluang besar bagi masyarakat NTB, yang ingin bekerja ke Malaysia, melalui PT. Tekad Jaya Abadi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal yang diwakili Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menyampaikan apresiasi atas peran PT Tekad Jaya Abadi dalam menyiapkan dan memberangkatkan PMI secara prosedural, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Ia menegaskan, pelepasan PMI yang dirangkaikan dengan santunan sosial memiliki makna strategis dalam mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia”, di mana pembangunan daerah bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
“Pekerja Migran Indonesia adalah aset daerah dan bangsa, sekaligus duta NTB di kancah internasional. Mereka tidak hanya membawa harapan keluarga, tetapi juga membawa nama baik daerah dan negara,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, berkomitmen memastikan setiap CPMI berangkat secara legal, aman, terlatih, bermartabat, dan terlindungi. Ia juga berpesan kepada para PMI agar menjunjung tinggi disiplin, etos kerja, profesionalisme, serta mematuhi hukum dan kontrak kerja di negara penempatan.
Selain pelepasan PMI, kegiatan santunan kepada anak yatim-piatu dan kaum duafa disebut sebagai pengingat bahwa pembangunan tidak semata soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kepedulian dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
“Inilah fondasi moral dalam mewujudkan NTB yang benar-benar makmur dan berkeadilan,” tutupnya.(bul)






