spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiPerumda Barinas Akui Beras ASN KSB Tak Sesuai Takaran

Perumda Barinas Akui Beras ASN KSB Tak Sesuai Takaran

Taliwang (ekbisntb.com) – Jatah beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumbawa Barat diduga tidak sesuai takaran. Sedianya beras yang diterima para ASN setiap bulan itu, takarannya memiliki berat (netto) 5,5 kilogram (kg). Namun fakta di lapangan saat dilakukan penimbangan, beratnya berkurang.

Kondisi itu pun diakui oleh Perusahaan Umum Daerah Bariri Aneka Usaha (Perumda Barinas) selaku pihak penyalur. Menurut Perusda KSB ini, pihaknya telah mendeteksi kurangnya takaran beras ASN tersebut sejak beberapa waktu lalu, dan bahkan telah menindaklanjutinya. “Sebelum ramai diposting di medsos itu. Kita sudah tahu kok dan kita pun langsung menindaklanjutinya ke pihak Bulog,” kata Direktur Perumda Barinas KSB, Baharuddin Ang, Kamis 28 Agustus 2025.

- Iklan -

Ketika awal mengetahuinya, Baharuddin mengungkap, pihaknya langsung mengecek ke pabrik penggilingan Bulog di Lape, Kabupaten Sumbawa, tempat beras ASN itu diolah. Ditemukan kekurangan pada setiap kemasannya sekitar 0,02 gram. “Teman-teman yang saya kirim saya suruh foto hasil timbangannya sebagai bukti, dan memang kuranya sampai 0,02 gram,” paparnya.

Mendapat bukti itu, Perumda Barinas selanjutnya bersurat resmi ke Bulog untuk meminta penjelasan resmi Bulog terkait takaran beras ASN yang menyusut tersebut. “Sekarang kami sedang menunggu jawaban resmi Bulog. Dan harapan kami jawabannya sekaligus mereka mengembalikan takaran beras ASN itu sesuai dengan yang kita sepakati (5,5kg),” kata Baharuddin.

Dalam kesempatan itu, Baharuddin turut mengungkit masih adanya kritik mengenai kualitas beras ASN yang tidak sesuai spesifikasi beras premium. Mengenai hal ini, ia dengan tegas menantang para pengkritik. Baharuddin menyatakan, kualitas beras ASN yang disalurkan pihaknya bekerja sama dengan Bulog itu memenuhi standar beras premium.

“Kalau ada yang bilang jelek, pertemukan saya dengan orangnya langsung. Saya akan tantang dia membuktikan tudingannya itu,” tandasnya seraya menambahkan kualitas beras ASN sekarang ini banyak dipuji oleh para pegawai.

“Para kepala dinas, guru-guru dan banyak lagi pegawai bilang beras yang kami salurkan pulen ketika sudah menjadi nasi. Itu artinya yang kita salurkan adalah beras yang diolah dari gabah baru,” sambung Baharuddin.

Selanjutnya ia juga menanggapi mengenai harga Beras ASN yang dianggap banyak pihak terlampau mahal. Pasalnya uang bulanan para ASN untuk menebus beras itu sebesar Rp100 ribu, namun hanya memperoleh beras 5,5kg. “Kalau mengacu HET beras premium senilai Rp14.900, 5,5kg itu jatuh pada harga Rp81.950. Memang ada lebihnya Rp18.050. Tapi kan harus dihitung juga biaya produksi, pengemasan, distribusinya termasuk keuntungan kami selaku penyalur,” imbuhnya. (bug)

Artikel Yang Relevan

Iklan











Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut