Taliwang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memasang target cukup tinggi untuk pendapatannya pada tahun 2026 mendatang. Angkanya bahkan diasumsikan mencapai hingga Rp1,7 triliun.

Penetapan asumsi pendapatan itu mengacu pada capaian kenaikan pendapatan di perubahan APBD tahun 2025 ini. Di mana pendapatan KSB berhasil meningkat sebesar 133 persen, dari semula (APBD murni) sebesar Rp1,331 triliun naik menjadi Rp1,909 triliun (perubahan APBD 2025.

“Jadi capaian sampai 133 persen di APBDP itu kita terapkan juga di pendapatan tahun depan. Sehingga angkanya kita dapatkan sekitar Rp1,6 triliun sampai Rp1,7 triliun,” kata Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, Rabu 27 Agustus 2025.
Kenaikan asumsi pendapatan itu terhitung cukup berani. Terlebih di tahun depan sejumlah kebijakan keuangan pemerintah pusat cenderung tidak berpihak kepada daerah. Misalnya pemerintah pusat telah mengusulkan alokasi dana transfer ke daerah sebesar Rp650 triliun dalam RAPBN 2026. Besaran itu turun 24,7 persen dibandingkan dengan dana transfer daerah tahun ini sebesar Rp864,1 triliun.
Belum lagi pendapatan KSB sebagai daerah penghasil pengelolaan tambang Batu Hijau juga terancam nihil. Pasalnya PT Amman Nusa Tenggara (AMNT) selaku operator tambang hingga kini belum mendapat relaksasi izin ekspor dari pemerintah pusat.
Meski sejumlah kondisi itu terlihat tidak menguntungkan, tetapi Bupati memiliki keyakinan kuat. Ia percaya, asumsi pendapatan yang dipatok di tahun 2026 itu akan mampu dicapai oleh daerah. “Kita bisa kejar (capai) seperti tahun ini kan kita bisa naik sampai 133 persen dan itu tertinggi secara nasional,” sebutnya.
Menurut Bupati, upaya-upaya untuk menghilangkan hambatan untuk mencapai target pendapatan tersebut pastinya akan dilalukan oleh pemerintah KSB. Contohnya, dorongan agar pusat membuka keran ekspor konsentrat bagi PT AMNT selama ini telah disuarakan bersama oleh seluruh pemerintah daerah di NTB. “Pak Gubernur mewakili kita semua saat Musrembang provinsi sudah menyuarakan itu kok dan bahkan direspons langsung oleh Mendagri, Tito,” sebutnya.
Di internal sendiri, Bupati akan mengoptimalkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh OPD pengelola sumber-sumber PAD akan didorong untuk memaksimalkan kinerjanya sebaik-baiknya. “Pokoknya semua lini pendapatan akan kita keola sebaik mungkin,” cetusnya Bupati. (bug)