Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan mengklaim jumlah retail modern sama atau tidak mengalami penambahan. Aktifitas usaha di kawasan perkampungan sifatnya mengganti lokasi yang tutup.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, H. Miftahurrahman menegaskan, jumlah retail modern tidak mengalami penambahan dari rekomendasi yang dikeluarkan sebelumnya. Kalaupun ditemukan buka baru di lokasi lain sifatnya mengganti lokasi operasional yang telah ditutup. “Kalaupun ada sifatnya bukan buka baru atau penambahan,tetapi mengganti yang sudah tutup di lokasi lain,” klaimnya ditemui pada, Rabu 28 Agustus 2025.

Retail modern kini merambah ke kampung-kampung. Salah satunya di Jalan I Gusti Gosa Lingkungan Gebang Baru, Kelurahan Pagesangan Timur. Miftah menegaskan, retail modern di kawasan perkotaan sifatnya tersier. Keberadaan usaha ini sebenarnya berkontribusi mendukung pelayanan yang cepat di perkotaan.
Kedua, pengembangan usaha ini dibutuhkan terutama bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Mataram. “Retail modern merupakan perkembangan jenis usaha di kawasan perkotaan,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram menambahkan, masyarakat maupun pelaku usaha sebenarnya tidak perlu khawatir dengan munculnya retail modern di Mataram. Retail modern memiliki pangsa pasar berbeda dibandingkan pelaku usaha kecil dan menengah. “Jadi pangsa pasarnya berbeda dengan UMKM,” pungkasnya.
Miftah mengembalikan pilihan ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, UMKM juga banyak bergantung ke retail modern usaha mempromosikan sekaligus menjual hasil produksi mereka. (cem)