spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaOtomotifBelum Ada Akses, Hampir 1.000 Pembelian Paket MotoGP Mandalika 2025 Tertunda

Belum Ada Akses, Hampir 1.000 Pembelian Paket MotoGP Mandalika 2025 Tertunda

Lombok (ekbisntb.com) – Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2025 menghadapi kendala. Sebulan sebelum perhelatan, pegiat promosi pariwisata belum mendapat akses login distribusi dari penyelenggara, yaitu ITDC dan MGPA.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Sahlan M. Saleh menyebutkan, situasi ini membuat banyak pembeli merasa khawatir. Akibatnya, hampir seribu penikmat MotoGP yang sudah melakukan pembayaran tiket melalui Astindo terpaksa dikembalikan.

- Iklan -

“Bukan batal, hanya kita amankan dulu uangnya. Tiket belum keluar, jadi daripada menimbulkan ketakutan, kita kembalikan dulu sampai sistem distribusi resmi siap,” ujarnya, Rabu, 27 Agustus 2025.

Kondisi ini berbeda dengan penyelenggaraan MotoGP tahun 2024 lalu. Saat itu, akses penjualan tiket sudah dibuka tiga bulan sebelum acara. Sehingga penjualan bisa maksimal, mencapai hampir 10 ribu pembelian.

 “Padahal kita sudah intens berkomunikasi lewat grup WhatsApp dengan penyelenggara, tapi entah kendalanya di mana,” katanya.

Berdasarkan penuturan Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB itu, lambannya distribusi tiket karena pihak penyelenggara berdalih masih dalam tahap penyelesaian surat perjanjian kerja (SPK) dan analisa teknis.

Namun menurut Astindo, seharusnya persoalan ini bisa diselesaikan lebih awal mengingat penyelenggaraan MotoGP merupakan agenda tahunan yang sudah memiliki pola kerja sama dari tahun ke tahun.

“Kalau ukur sederhana, sebenarnya ini kan perjanjian tahunan. Jadi tidak perlu terlalu rumit. Kami tunggu saja kepastian akses dari penyelenggara,” tambahnya.

Meski tidak ada kerugian langsung secara finansial, Astindo menilai kerugian terjadi di sisi bisnis karena tidak bisa menjual paket MotoGP secara maksimal. Pada MotoGP 2024, Astindo mampu menjual hampir Rp3 miliar dari paket wisata MotoGP. Tahun ini peluang serupa terancam berkurang karena keterlambatan distribusi tiket.

“Sekarang ini dikeluarkan tiketnya tapi kita belum bisa mengakses penjualannya, itu persoalannya. Harusnya kalau ingin mendatangkan pasar yang lebih potensial, harus memberi waktu untuk kita jual paket-paketnya,” pungkasnya. (era)

Artikel Yang Relevan

Iklan











Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut