Mataram (Ekbis NTB) – Perum BULOG Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan sikap terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi dari Laskar Pemuda Sasak di Kantor Wilayah BULOG NTB, baru-baru ini. Kendati pihak BULOG telah memfasilitasi ruang diskusi di dalam kantor, massa memilih untuk menyampaikan tuntutan mereka di luar ruangan sembari mendesak pertemuan langsung dengan pimpinan.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG NTB, Mara Kamin Siregar, menjelaskan bahwa aksi tersebut membawa dua tuntutan utama terkait dugaan pengoplosan beras di wilayah Lombok Barat dan Lombok Timur.
Klarifikasi Dua Kasus Pengoplosan
Terkait dengan kasus di Lombok Barat, Mara Kamin menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Juni 2025 dan dilakukan oleh oknum di luar institusi BULOG.
“Kasus tersebut telah diproses sesuai hukum dan pelakunya telah ditahan. Dengan demikian, kasus tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan BULOG,” tegas Mara Kamin.
Sementara itu, untuk dugaan pengoplosan di Lombok Timur yang terjadi sekitar Oktober 2025, Mara Kamin membenarkan adanya keterlibatan oknum mitra kerja BULOG. Kasus ini kini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.
“Kasus di Lombok Timur telah diproses secara hukum oleh Polres Lombok Timur dan saat ini masih berjalan. BULOG menghormati serta mendukung penuh seluruh proses penegakan hukum tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, BULOG NTB bersikap kooperatif dengan memasok data dan informasi yang dibutuhkan penyidik, sekaligus melakukan evaluasi mendalam pada sistem pengawasan internal. Mara Kamin juga memastikan akan menindak tegas apabila ditemukan indikasi keterlibatan dari dalam.
“Apabila di kemudian hari terbukti ada oknum internal BULOG yang terlibat dalam pelanggaran, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” cetusnya.
Stok Beras Melimpah dan Penyaluran Bantuan Pangan
Di tengah bergulirnya isu ini, BULOG NTB memastikan bahwa pasokan beras pemerintah di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang sangat aman. Bahkan, volume stok saat ini tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah BULOG NTB hingga memaksa manajemen menyewa gudang tambahan di luar fasilitas yang ada.
“Selain memenuhi kebutuhan NTB, kami juga menyuplai pemenuhan stok untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Mara Kamin.
Di sisi lain, program penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) dipastikan tetap berjalan normatif sesuai regulasi. Saat ini, BULOG sedang menggenjot penyaluran dua alokasi bantuan sekaligus yang ditargetkan rampung pada akhir Juni ini.
Perketat Pengawasan Bersama Satgas Pangan
Guna mengantisipasi berulangnya kasus pengoplosan, BULOG NTB kini memperketat sistem hulu ke hilir. Beras yang masuk ke gudang wajib melalui proses skrining ketat sesuai ketentuan standar mutu, dilanjutkan dengan perawatan kualitas secara berkala setiap bulan.
“Kami secara aktif bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk melakukan monitoring, baik secara rutin maupun insidental. Kami juga terus memberikan pembinaan kepada seluruh mitra kerja agar kepatuhan terhadap aturan semakin baik,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Mara Kamin menegaskan komitmen BULOG NTB untuk tetap membuka ruang dialog dan menerima kritik konstruktif dari masyarakat demi menjaga ketahanan pangan daerah. (r/fan)






