Praya (EKBIS NTB) -Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah memulai proses tender untuk pengerjaan perbaikan 15 ruas jalan kabupaten yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 ini.
Meski dibayangi persoalan kelangkaan aspal dan semen, tetapi Dinas PUPR Loteng mengaku optimis pengerjaan perbaikan ruas-ruas jalan tersebut bisa selesai kurang dari dua bulan.
Mengingat, pekerjaan yang ada didominasi pekerjaan pemasangan hotmix serta rabat bahu jalan saja. Pekerjaan-pekerjaan tersebut lebih banyak mengandalkan mesin daripada tenaga manusia, sehingga proses pekerjaan bisa cepat diselesaikan.
“Untuk perbaikan ruas jalan ini waktu efektif kerja kita hanya sekitar dua bulan. Tapi Insya Allah bisa (selesai cepat) karena pekerjaan hotmix dan rabat bahu yang dominan,” sebut Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Rahardian, kepada Suara NTB, Senin (26/10).
Pihaknya pun tidak mempersoalkan terkait adanya isu kelangkaan aspal maupun semen yang terjadi belakangan ini, karena dua bahan utama proyek yang dibutuhkan berupa hotmix dan raedy mix sudah tersedia. Kalaupun ada terjadi kelangkaan, pihaknya sudah memperhitungkannya. “(Soal kelangkaan aspal dan semen) sudah diperhitungkan,” ujarnya.
Rahadian menjelaskan, fokus pihaknya saat ini ialah menyelesaikan proses tender dari 15 pekerjaan ruas jalan tersebut. Beberapa paket pekerjaan sudah hamper selesai proses tendernya. Ada juga yang masih terus berproses.
Memang tidak semua paket pekerjaan proses tendernya berjalan sesuai yang diharapkan. Seperti paket pekerjaan ruas jalan Penunjak-Mangkung, itu justru tendernya harus diulang. Lantaran hingga batas Waktu yang ditentukan, belum ada satupun rekanan yang mengajukan minat atau penawaran.
Padahal persyaratan untuk semua paket pekerjaan sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan antara satu ruas dengan ruas yang lain. “Sebenarnya tidak ada kendala, sama saja (syaratnya) semua. Tapi kita tidak tahun kenapa untuk paket ruas Penujak-Mangkung sampai tidak ada yang mengajukan penawaran. Sehingga harus ditender ulang,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Loteng telah menetapkan 15 ruas jalan kabupaten akan diperbaiki pada tahun 2026 ini. Dengan panjang total jalan mencapai 27 kilometer. Guna membiayai perbaikan ruas-ruas jalan tersebut anggaran sebesar sekitar Rp58,9 miliar telah disiapkan. Dari total keseluruhan anggaran untuk jalan sebesar Rp72 miliar.
Adapun ruas jalan yang akan ditangani diantaranya ruas jalan Penunjak-Mangkung sepanjang 6,7 km, ruas Mujur-Teruwai, 2,9 km serta ruas Tandek-Sukarare 2,4 km.
Ada juga ruas Beson-Krembong (0,9 km),Pengadang-Braim (2,3 km), Waker-Wage (Wage-Bunklotok) 0,8 km, Olor Agung-Enjak (1,75 km), Repok Bijang-Peseng (0,5 km) dan ruas Ganti-Janapria (2,1 km). Ditambah ruas Beleke-Lingkuk Buak (1,5 km), Piang-Bunmas (0,53 km), Kawo-Teruwai (1 km), Gerunung-Kwang Rundun (1,5 km) serta Rembitan-Kedaron (1,5 km) dan ruas Medas-Sintung (0,54 km)
Ruas Mujur-Teruwai jadi ruas jalan yang menyedot anggaran paling besar mencapai Rp10 miliar lebih.
Karena biaya satuan penanganannya mencapai Rp3,4 miliar untuk satu kilometernya. Angka tersebut sama untuk penanganan ruas jalan Medas-Sintung. Sedangkan ruas jalan yang lain rata-rata biaya satuannya untuk satu kilometernya diangka Rp 2,7 miliar. (kir)






