Mataram (ekbisntb.com)– Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB memperkuat kolaborasi promosi pariwisata jelang ajang Bali and Beyond Travel Fair 2026 atau BBTF yang berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di Nusa Dua, Bali.
BBTF dinilai strategis karena dihadiri pelaku industri pariwisata dan buyer dari sekitar 40 negara di dunia, sehingga menjadi peluang besar bagi NTB untuk memperluas pasar wisata internasional.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Periwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, Selasa, 26 Mei 2026, guna memastikan kesiapan mengikuti BBTF 2026.
Rombongan NTB terdiri dari BPPD NTB, Dinas Pariwisata NTB, Industri Pariwisata, dan UMKM dengan desain Paviliun Lombok dengan tema Tera Kota, akan membawa produk wisata unggulan di NTB yaitu pariwisata Pulau Lombok dan Sumbawa yang memiliki kekayaan destinasi lengkap, mulai dari wisata pantai, pegunungan, budaya hingga kuliner khas daerah. NTB menargetkan transaksi paket pariwisata sebesar Rp25 miliar di BBTF 2026.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar promosi pariwisata NTB agar semakin dikenal dunia internasional. Kami membawa berbagai produk wisata unggulan Lombok dan Sumbawa dengan target transaksi mencapai Rp25 miliar,” ujar Sahlan.
Dalam forum BBTF, BPPD NTB juga akan melakukan presentasi langsung mengenai destinasi wisata Lombok dan Sumbawa kepada para buyer internasional yang menjadi pasar potensial wisata NTB.
Menurutnya, NTB memiliki banyak keunggulan yang mampu bersaing di pasar global, baik dari sisi keindahan alam, wisata bahari, gunung, budaya maupun kekayaan kuliner lokal.
“Kami ingin buyer internasional lebih mengenal destinasi Lombok dan Sumbawa secara lebih dekat. Potensi kita sangat lengkap, mulai dari pantai, wisata darat, gunung, budaya hingga kuliner,” katanya.
Selain mengikuti BBTF, kolaborasi promosi pariwisata NTB juga akan dilanjutkan melalui kegiatan Famtrip Lombok-Sumbawa pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026.
Sebanyak 37 buyer potensial dari kawasan Asia, Eropa, dan Afrika akan diajak mengunjungi langsung sejumlah destinasi wisata unggulan di NTB. Puncak kegiatan famtrip dijadwalkan berlangsung di Selong Selo Resort and Residences pada 1 Juni 2026.
Kegiatan famtrip melibatkan berbagai pelaku industri pariwisata yang terhubung melalui asosiasi-asosiasi pariwisata di NTB, sebagai upaya memperkuat jejaring promosi dan paket wisata daerah.
BPPD NTB berharap seluruh pihak dapat mendukung kegiatan promosi akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia di pasar internasional.(bul)






