26.5 C
Mataram
BerandaBerandaPemda KLU Diminta Anggarkan Perbaikan Ruas Jalan

Pemda KLU Diminta Anggarkan Perbaikan Ruas Jalan

Tanjung (suarantb.com) – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Lombok Utara, Raden Nyakradi, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) lebih bijak mengalokasikan anggaran untuk belanja modal. Belakangan, anggaran cukup signifikan tersedot pada proyek-proyek penataan lingkungan perkotaan. Namun di pelosok, tidak sedikit jalan-jalan kabupaten, jalan desa, hingga jalan tani yang membutuhkan revitalisasi dari anggaran daerah.

“Kami mendapat banyak pertanyaan dari sebagian masyarakat yang kami temui, mereka bertanya apakah lebih utama Alun-alun dibandingkan pengaspalan jalan kabupaten dan jalan desa. Atau, lebih mendesak lampu jalan dibandingkan sentralisasi proyek di perkotaan,” ujar Nyakradi, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat mempertanyakan komitmen Pemda dalam meningkatkan mobilitas ekonomi khususnya di sektor pertanian. Sebab, dengan tersedianya sarana dan prasarana jalan yang baik, lalu lintas komoditas akan lebih lancar.

Ketua DPD II Golkar Lombok Utara itu menyampaikan, secara prinsip pihaknya mendukung langkah-langkah pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemda. Hanya saja, sentralisasi anggaran yang terpusat di satu titik (perkotaan) seperti Alun-alun, akan mengurangi porsi untuk kebutuhan sarana jalan yang lebih mendesak.

“Prinsipnya, sarana kota, Alun-alun, fasilitas apa saja, boleh, bagus, sepanjang sangat dibutuhkan, tapi jangan lupa infrastruktur jalan aspal dan jembatan ke pelosok pedesaan jangan diabaikan,” katanya.

Dalam proses pembangunan di daerah, Nyakradi tidak melihat bahwa satu kecamatan lebih baik dari kecamatan lainnya. Sarana dan prasarana, dari lampu jalan, perbaikan jalan desa, masih sangat dibutuhkan. Bahkan, pada item lampu jalan, sebarannya masih parsial di titik-titik tertentu.

Disebutkan, sejumlah titik ruas jalan yang dinilai kritis dan perlu mendapat atensi Pemda adalah, Jembatan Kebaloan yang rusak dan semakin terkikis setiap tahunnya. Ruas jalan lain yang butuh penanganan segera disebutkan antara lain; Sambil Elen-Bakong, Loloan Torean-Torean, Bayan-Nangka Rempek, Sukadana-Kebaloan, Baturakit-Semokan, Semokan-Pawang Tenun, Dasan Gelumpang-Baban Kuta, Teluk-Segenter, Batu Keruk-Lembah Pedek, dan ruas jalan Akar-akar-Pawang Timpas (Gunjan Asri).

“Intinya hampir 50 persen jalan kabupaten dan desa di wilayah Bayan rusak. Belum lagi jalan-jalan diwilayahnya kecamatan Kayangan, lebih parah lagi. Ini bicara prinsip keadilan. Kota dan desa harus dipandang sama. termasuk keseimbangan Pembangunan wilayah timur dan barat, (Timur/Bayan dan Kayangan) Terutama perbaikan jalan-jalan dan jembatan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lombok Utara, Rangga Wijaya, ST., mengakui proyek penataan Alun-alun Kota Tanjung, masih memerlukan anggaran tambahan. Menurutnya, tanpa penyempurnaan lanjutan, kawasan Alun-Alun Dayan Gunung dan Lapangan Tioq Tata Tunaq masih terkesan kurang tertata dan berpotensi terlihat kumuh.

“Komplek Lapangan Tioq Tata Tunaq merupakan satu kesatuan dengan pembangunan alun-alun. Namun saat ini masih terkendala anggaran,” kata Rangga.

Disebutkannya, pada tahap pertama pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar. Untuk menuntaskan seluruh rencana pengembangan, masih dibutuhkan tambahan dana sekitar Rp10 miliar. Tambahan anggaran tersebut belum dapat diakomodir dalam APBD murni 2026, dan diharapkan dapat masuk melalui mekanisme pergeseran anggaran. (ari)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut