HomeBERANDAMilad ke-20, Bank Dinar Resmikan MCK Santriwati Ponpes Al Amin Gelogor

Milad ke-20, Bank Dinar Resmikan MCK Santriwati Ponpes Al Amin Gelogor

Lombok Barat (ekbisntb.com) – PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri atau Bank Dinar bersama MIM Foundation meresmikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Pondok Pesantren Al Amin, Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Jumat, 17 Juli 2026.
Peresmian fasilitas Ponpes ini menjadi bagian dari rangkaian milad ke-20 Bank Dinar pada tahun 2026 ini.


Peresmian MCK Ponpes Al Amin dilakukan oleh Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, bersama Ketua MIM Foundation Romi Saefuddin, Ketua Yayasan Al Amin Hadri Ilahiya, pengasuh pondok pesantren lainnya, serta para santri dan santriwati.


Untuk diketahui, pembangunan MCK oleh MIM Foundation ini sebagai tindaklanjut dari kehadiran bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB beberapa waktu lalu. Dimana, kondisi fasilitas MCK Ponpes Al Amin ini sebelumnya sangat memprihatinkan dan belum memadai untuk mendukung kebutuhan dasar santriwati yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Ponpes ini.

- Advertisement -


Sehingga MIM Foundation saat itu langsung berinisiatif membantu melakukan perbaikan agar menjadi layak.
Kini, MCK dengan enam kamar mandi dan tempat wudhunya sudah dibangun sangat layak.


Direktur Utama Bank Dinar, Mustain saat peresmian MCK ini mengatakan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Dinar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui MIM Foundation yang merupakan anak perusahaan Bank Dinar yang bergerak di bidang lembaga amil zakat.


“Milad ke-20 ini mengusung semangat unlimited spirit, dua dekade menebar manfaat dengan melayani sepenuh hati. Salah satu bentuk nyata dari semangat itu adalah pembangunan MCK yang kita resmikan hari ini,” kata Mustain.


Menurutnya, fasilitas MCK memiliki arti penting bagi para santriwati, terutama dalam menjaga privasi, kenyamanan, serta pemenuhan kebutuhan dasar mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.


“Kami berharap dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan dasar para santriwati dapat terpenuhi dengan lebih baik. Mereka bisa beraktivitas dengan nyaman dan tidak lagi merasa waswas, termasuk pada malam hari,” ujarnya.


Dalam kesempatan peresmian MCK, Mustain juga meninjau sejumlah ruang belajar di Pondok Pesantren Al Amin. Ia mengaku prihatin melihat kondisi bangunan pesantren yang masih mengalami kerusakan pascagempa Lombok 2018.


Sejumlah bagian bangunan, termasuk atap ruang belajar, mengalami pergeseran dan  membutuhkan perhatian dari sisi keamanan. Namun, keterbatasan finansial membuat pengelola pondok pesantren belum mampu melakukan renovasi secara menyeluruh.


Mustaen mengatakan, Bank Dinar bersama MIM Foundation akan melihat lebih jauh kebutuhan renovasi tersebut dan mengkaji kemungkinan dukungan kembali untuk membangun fisik Ponpes ini.


“Kami akan menghitung dan melihat kondisinya lebih detail. Kalau memungkinkan, nanti kami akan bersama-sama membantu,” katanya.
Mustaen juga meminta MIM Foundation agar bantuan serupa tidak berhenti pada pembangunan MCK santriwati. Menurutnya, fasilitas sanitasi dan sarana belajar bagi santri laki-laki juga perlu mendapat perhatian.


Mustaen menegaskan, perhatian Bank Dinar terhadap sektor pendidikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas manusia dan kemajuan bangsa.


“Bangsa ini tidak bisa maju tanpa pendidikan. Dengan pendidikan, kita bisa memberdayakan cara berpikir dan membangun kehidupan yang lebih layak sebagai manusia,” ujarnya.


Ia menilai pendidikan menjadi dasar bagi pembangunan berbagai sektor lainnya, mulai dari ekonomi, infrastruktur, hingga kesehatan.
“Kalau pendidikannya teratasi, sektor-sektor lain akan lebih mudah dibangun,” katanya.


Mustain juga menjelaskan, Bank Dinar berupaya menjalankan bisnis dengan prinsip syariah sekaligus mengembalikan sebagian manfaatnya kepada masyarakat melalui berbagai program sosial.


“Bank Dinar ingin benar – benar melaksanakan bisnis sesuai syariah, hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat. Bukan hanya ditumpuk menjadi kekayaan pemilik, tetapi dibagi bersama dalam bentuk kegiatan sosial, baik pendidikan, kesehatan maupun ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Amin, Hadri Ilahiya, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Bank Dinar dan MIM Foundation terhadap Pondok Pesantren Al Amin.


Ponpes Al Amin yang berdiri sejak 1962 tersebut didirikan dengan semangat untuk mencetak generasi bangsa yang berilmu dan beradab. Namun, keterbatasan finansial membuat perkembangan pesantren berlangsung secara bertahap.


Selama puluhan tahun, pesantren ini menjadi tempat menimba ilmu bagi banyak anak, termasuk santri yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Karena itu, pembangunan fasilitas MCK bagi santriwati dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar para penghuni asrama.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian Bank Dinar dan MIM Foundation. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama karena fasilitas sebelumnya memang sudah sangat memprihatinkan,” ujar Hadri.

Peresmian MCK ini menjadi salah satu wujud nyata semangat dua dekade Bank Dinar dalam menebar manfaat melalui kolaborasi dengan MIM Foundation.
Dalam kesempatan peresmian MCK ini, MIM Foundation juga turut menyalurkan bantuan telur omega 3 kepada ponpes, hasil peternakan wakaf produktif yang dikelola MIM Foundation.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN




Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut