Makkah (suarantb.com) – Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan penetapan ini, Selasa (17/2/2026) menjadi hari terakhir bulan Sya’ban, sekaligus malam pertama umat Islam di Arab Saudi melaksanakan salat tarawih. Malam ini, umat Muslim di dua kota suci, Makkah dan Madinah, mulai menggelar ibadah tarawih. Di Masjidil Haram, pelaksanaan tarawih direncanakan sebanyak 10 rakaat dengan lima kali salam, dilanjutkan tiga rakaat salat witir. Setiap malamnya, satu juz Al-Qur’an akan dikhatamkan dalam rangkaian salat tarawih.
Ramadan menjadi bulan yang paling dinanti di Tanah Suci. Berdasarkan pantauan langsung Suara NTB di kawasan Masjidil Haram, suasana menjelang puasa tampak semakin semarak.
Jumlah jemaah yang datang terus meningkat dan memadati area dalam hingga pelataran masjid. Bahkan, jalan-jalan di sekitar kompleks Masjidil Haram yang biasanya longgar, mulai dipenuhi lautan manusia.
Sejak siang hari, jemaah telah berdatangan untuk beriktikaf. Usai salat Asar, sebagian besar memilih tetap berada di dalam masjid, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, berzikir, serta menunaikan salat-salat sunnah. Antusiasme umat Islam dari berbagai penjuru dunia untuk merasakan Ramadan di Tanah Suci terlihat begitu tinggi.
Momentum ini menjadi kesempatan istimewa bagi jamaah yang berkesempatan menjalani ibadah puasa di sekitar Ka’bah. Mereka berlomba-lomba memaksimalkan waktu dengan ibadah, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga memperbanyak doa dan amalan sunnah lainnya.
Ramadan di Masjidil Haram juga identik dengan limpahan takjil, hidangan berbuka dan sahur. Masyarakat setempat maupun dermawan dari berbagai daerah di Arab Saudi berbondong-bondong menyediakan makanan untuk jamaah yang beriktikaf. Menu takjil sederhana seperti kurma dan roti menjadi sajian utama, disertai berbagai hidangan lainnya.
Penetapan 1 Ramadan ini menandai dimulainya bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan.
Bagi umat Islam di seluruh dunia, khususnya yang berada di Tanah Suci, Ramadan menjadi momentum besar untuk memperkuat ibadah, memperbanyak amal, serta meraih keberkahan di tempat yang paling dimuliakan. (bul)






