Lombok Barat (ekbisntb.com)- Universitas Teknologi Mataram (UTM) mendorong peningkatan kompetensi akademik dan budaya sekolah aman di SMK Darul Qur’an Bengkel, Lombok Barat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) Tahun Pendanaan 2026, UTM mengintegrasikan penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berbasis Moodle dengan edukasi anti-bullying, literasi hukum UU ITE, serta penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
Program bertajuk “Penguatan Kompetensi TKA Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Berbasis Moodle Terintegrasi Edukasi Anti-Bullying dan Literasi Hukum UU ITE di SMK Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat” tersebut menyasar guru Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia sebagai peserta utama, selain 41 siswa kelas XII. Guru mendapatkan pendampingan terkait materi TKA, strategi pembelajaran, serta pemanfaatan Moodle untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Pembelajaran TKA Berbasis Moodle
Moodle dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran digital yang memuat materi TKA, modul, video pembelajaran, latihan soal, kuis, hingga evaluasi. Platform tersebut memungkinkan guru dan siswa mengakses bahan pembelajaran melalui perangkat yang telah dimiliki, terutama telepon seluler.
Selain mendukung pembelajaran siswa, Moodle diharapkan dapat membantu guru mengelola materi dan memantau aktivitas belajar. Kemampuan peserta juga diukur melalui pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi program.
Di luar penguatan akademik, Tim PKM UTM memberikan edukasi anti-bullying dan literasi hukum UU ITE. Siswa dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan, dampaknya, serta penggunaan teknologi dan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Perkuat TPPK Sekolah
Program juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan SMK Darul Qur’an Bengkel. TPPK mendapatkan penguatan mengenai pencegahan kekerasan, mekanisme pelaporan, penanganan kasus, serta perlindungan dan pendampingan korban. Penguatan tersebut didukung dengan SK Kepala Sekolah dan SOP TPPK.
Kepala SMK Darul Qur’an Bengkel, Zulfikri, menyambut baik program tersebut. “Program PKM yang dilakukan oleh tim PKM sangat membantu guru dalam kegiatan PBM dan juga sangat membantu dalam memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan SMK Darul Qur’an Bengkel,” ujarnya.
Tim PKM UTM terdiri dari Pathul Indriana, M.Pd. sebagai ketua, Lalu Wirajayadi, M.Pd. dan Baiq Ishariyati Wika Utary, M.H. sebagai anggota, serta melibatkan dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika. Dua mahasiswa tersebut turut mendukung pengembangan dan pendampingan teknologi Moodle dengan konversi kegiatan sebesar 6 SKS.
Program ini mendapat dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua PKM, Pathul Indriana, mengatakan kegiatan dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Penguatan kapasitas guru, pemanfaatan Moodle, dan pengembangan TPPK diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah.
Melalui kolaborasi tersebut, UTM dan SMK Darul Qur’an Bengkel berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung kesiapan siswa menghadapi TKA, tetapi juga mendorong pembelajaran berbasis teknologi serta budaya sekolah yang aman dan bebas dari bullying dan kekerasan.(r)






