Dompu (Ekbis NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Dompu, membuka peluang bagi masyarakat untuk mengikuti sejumlah program kerja, pemagangan dan pelatihan ke Jepang. Program tersebut dijadwalkan dibuka pada Oktober-November 2026. Lulusan perguruan tinggi diberikan ruang untuk mendaftar.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Dompu, Abdul Sahid, SH.. dikonfirmasi pada,Selasa (13/10) mengatakan, beberapa program bisa menjadi pilihan masyarakat untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan keterampilan dan kompetensi. Program tersebut meliputi Japan Exchange and Teaching (JET) Programme, METI Japan Internship Program, pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bekerja sama dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) serta jalur pekerja berketerampilan spesifik atau Tokutei Ginou.
“Program ini akan dibuka bulan Oktober-November 2026,” ungkap Abdul Sahid.
Ia menjelaskan, setiap program memiliki persyaratan, bidang penempatan serta kualifikasi yang berbeda. Karena itu, calon peserta perlu menyesuaikan pilihan dengan latar belakang pendidikan, usia, kemampuan bahasa dan kompetensi yang dimiliki.
Salah satu peluang bagi lulusan sarjana (S1) tersedia melalui JET Programme. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pertukaran budaya di Jepang, antara lain sebagai asisten pengajar bahasa atau Assistant Language Teacher (ALT) dan Coordinator for International Relations (CIR), sesuai kualifikasi yang ditetapkan.
Selain itu, METI Japan Internship Program menawarkan pengalaman kerja di perusahaan Jepang, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Program ini dapat menjadi pilihan bagi lulusan baru yang ingin mengenal lingkungan kerja, budaya industri, serta mengembangkan kompetensi profesional.
Peluang lainnya tersedia melalui program pemagangan Kemnaker RI bekerja sama dengan IM Japan. Program ini berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis melalui pelatihan dan pengalaman kerja di sejumlah sektor, seperti permesinan, konstruksi, pertanian, dan perikanan. Masa pemagangan umumnya berlangsung selama 3-5 tahun dengan persyaratan usia dan kemampuan fisik tertentu.
Sementara itu, bagi pencari kerja yang ingin berkarier di Jepang sebagai tenaga kerja terampil, tersedia jalur Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW). Jalur ini mencakup sejumlah sektor yang membutuhkan tenaga kerja, di antaranya perawatan lansia, pelayanan makanan, pengolahan makanan, pertanian, dan konstruksi.
Berbeda dengan program pertukaran dan pemagangan, jalur SSW mensyaratkan kompetensi keterampilan serta kemampuan bahasa Jepang sesuai ketentuan sektor pekerjaan yang dipilih.
Menurut Abdul Sahid, beragam program tersebut dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat Dompu untuk memperluas akses terhadap pasar kerja internasional. Namun, calon peserta tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada masing-masing program.
Ia menegaskan, pihaknya berperan memfasilitasi masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut. Adapun kuota dan pelaksanaannya menjadi kewenangan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
“Prinsipnya kuota ke Jepang dibuka oleh BPVP Lombok Timur untuk warga NTB dan kita hanya memfasilitasi saja,” katanya. (ula)
Disnakertrans Buka Peluang Kerja ke Jepang






