26.5 C
Mataram
BerandaBerandaPakai CSR Perusahaan, Gerbang Perbatasan dan Ikon Patung Sapi Lobar Bakal Dipoles

Pakai CSR Perusahaan, Gerbang Perbatasan dan Ikon Patung Sapi Lobar Bakal Dipoles

Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menata wilayah Lobar agar semakin cantik. Setelah merevitalisasi ikon monumen Giri Menang Squre (GMS), giliran Monumen Patung Sapi di Gerung dan Narmada serta gapura pintu masuk Kabupaten Lobar siap dipoles.

Beberapa tugu monumen yang berada di titik strategis, seperti di depan Pasar Narmada, juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan.

Kepala Dinas PUPR Lobar, Lalu Ratnawi, menegaskan langkah ini diambil agar setiap orang yang melintas di wilayah Lobar selalu terkesan dengan keindahannya. “Patung Sapi di GMS dan beberapa tugu monumen di depan Pasar Narmada kita poles tahun ini,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Tampilan monumen itu akan dipoles sehingga terlihat megah dan estetik. Kemudian untuk gapura atau gerbang perbatasan akan didesain khusus dengan konsep menonjolkan kekayaan budaya lokal. Sebab seperti arahan bupati Gerbang ini dianggap sebagai “wajah” pertama yang dilihat wisatawan maupun warga saat memasuki wilayah Lobar. Sehingga harus memperlihatkan estetik yang terkesan.

Sekitar empat hingga lima titik gerbang yang akan dibangun ulang atau diperbaiki secara total.

“Itu konsepnya Pak Bupati, memang itu harus kita buat desain khusus yang kelihatan corak Lobar,” jelasnya.

Prioritas pembangunan ini akan menyasar gerbang perbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, termasuk wilayah di Gerung, Mataram, dan Pusuk. Pembiayaan sejumlah proyek itu tidak seluruhnya bersumber dari dana APBD murni. Sebab untuk gerbang perbatasan yang membutuhkan anggaran lebih besar, Pemda akan berupaya mengoptimalkan kontribusi melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ada sekitar empat atau lima titik gerbang yang akan kita bangun ulang, dan itu nanti Pak Bupati akan dari dana CSR,” ungkap Lalu Ratnawi.

Ia menilai penggunaan dana CSR menjadi strategi cerdas Pemda mempercepat pembangunan tanpa membebani kas daerah secara berlebihan. Sedangkan untuk pemeliharaan rutin seperti pemolesan patung dan monumen yang sudah ada, biayanya relatif lebih kecil dan sudah dialokasikan melalui dana pemeliharaan infrastruktur.

“Itu cuma sedikit, bagian dari dana yang kita untuk melakukan pemugaran perbatasan itu kita ambil. Tinggal mengecat saja itu, tidak banyak,” pungkasnya. (her)

Artikel Yang Relevan

IKLAN



Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut