Lombok (ekbisntb.com)- Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB mempromosikan keunggulan destinasi Lombok dan Sumbawa kepada pasar kelas menengah ke atas di Tiongkok, pada kegiatan Business Matching Wonderful Indonesia yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Beijing, Kamis (11/9).
Ketua ASTINDO NTB, Sahlan M Saleh, mengatakan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Martini, serta Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok.
“Antusiasme para buyer di Beijing sangat luar biasa terhadap destinasi NTB, khususnya Lombok. Mereka tertarik dengan paket wisata yang menawarkan keindahan pantai dan akomodasi bintang lima,” ujar Sahlan.
“Dari hasil pertemuan awal, potensi transaksi selama setahun ke depan diperkirakan mencapai Rp12 miliar.” Tambah ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB ini.
Menurut Sahlan, pasar Tiongkok memiliki prospek besar karena jumlah wisatawannya yang tinggi dan preferensi terhadap liburan premium. Lombok, dengan pantai-pantai berpasir putih dan resor mewah, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan Tiongkok yang mencari kenyamanan dan pengalaman eksklusif.
“Kami melihat peluang yang sangat menjanjikan di pasar Tiongkok. Karena itu, kami berkomitmen melanjutkan komunikasi dan promosi dengan agen perjalanan potensial yang ada di Beijing, agar paket wisata NTB semakin dikenal luas,” jelasnya.
Kegiatan promosi di Beijing ini merupakan kelanjutan dari agenda business matching yang lebih dulu digelar di Seoul, Korea Selatan, pada awal pekan ini. Dalam forum di Seoul, ASTINDO NTB sukses mencatat transaksi penjualan paket wisata mencapai Rp9 miliar. Permintaan terbesar datang dari wisata bahari, honeymoon, dan perjalanan insentif perusahaan.
“Pasar Asia Timur seperti Korea dan Tiongkok sedang tumbuh pesat. Mereka mencari destinasi yang menawarkan paduan alam, budaya, dan fasilitas premium. Lombok dan Sumbawa punya semua itu,” ungkap Sahlan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat promosi pariwisata daerah. Kehadiran pejabat Kemenparekraf dan duta besar dalam acara di Beijing dinilai menjadi bukti keseriusan Indonesia untuk mendorong destinasi di luar Bali agar dikenal di kancah global.
Selain melakukan promosi langsung, delegasi NTB memanfaatkan forum ini untuk menjalin kerja sama strategis dengan pelaku industri pariwisata Tiongkok, mulai dari agen perjalanan, operator tur, hingga manajemen hotel internasional. Sahlan berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas jaringan distribusi produk wisata NTB dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
“Target kami bukan hanya transaksi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan mitra internasional. Dengan begitu, NTB bisa terus menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di Indonesia,” imbuhnya.
ASTINDO NTB optimistis total potensi transaksi dari dua negara, Korea Selatan dan Tiongkok, yang mencapai lebih dari Rp21 miliar akan menjadi pijakan strategis dalam memperluas pasar di tahun-tahun berikutnya.
“Kami akan terus mengawal tindak lanjut dari hasil pertemuan ini, agar potensi transaksi benar-benar terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” tutup Sahlan.(bul)






