HomeBERANDADisorot Wali Kota, Dispar Mataram Benahi Fasilitas Wisata Secara Bertahap

Disorot Wali Kota, Dispar Mataram Benahi Fasilitas Wisata Secara Bertahap

Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram akan melakukan perawatan dan perbaikan secara bertahap terhadap sejumlah fasilitas umum di destinasi wisata yang mengalami kerusakan dan terbengkalai. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Wisata Rakyat Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

Langkah tersebut dilakukan setelah mendapat sorotan dari Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana. Sorotan itu menyusul sejumlah laporan masyarakat yang mengeluhkan kondisi fasilitas saat berkunjung ke kawasan wisata tersebut.

- Advertisement -

Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah fasilitas yang membutuhkan perawatan. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran.

“Kita kerjakan bertahap dan ini sudah kami sampaikan ke Pak Wali,” ujar Cahya, Rabu (9/9).

Ia menjelaskan, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah menara anjungan di kawasan Taman Loang Baloq. Bagian tiang menara tersebut diketahui mengalami pengeroposan sehingga membutuhkan penanganan.

Menurut Cahya, sejumlah fasilitas yang rusak maupun tidak terawat secara maksimal perlu segera mendapat perhatian. Perawatan dilakukan untuk memastikan fasilitas publik tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat serta tidak mengganggu daya tarik kawasan wisata.

Selain menara anjungan, beberapa fasilitas lain yang menjadi perhatian di Taman Loang Baloq di antaranya sangkar burung merpati dan sejumlah lapak yang saat ini dalam kondisi kosong.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana meminta Dispar mencari terobosan untuk menjaga geliat destinasi wisata dan ruang terbuka hijau (RTH) di tengah keterbatasan anggaran. Perawatan fasilitas ruang publik dan penyelenggaraan berbagai kegiatan dinilai penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan wisata tetap berjalan.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Mohan mendorong Dispar menggandeng pihak ketiga atau vendor dalam menghadirkan berbagai kegiatan di kawasan wisata. Selain menghidupkan aktivitas, keterlibatan pihak ketiga diharapkan dapat membantu menjaga dan merawat kawasan wisata.

“Saya sudah tegaskan ke Pak Kadis Pariwisata supaya semua spot-spot ruang terbuka publik kita ini bisa terawat. Pemeliharaan ini harus tetap menjadi prioritas,” ujar Mohan, Senin (7/9). (pan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut