26.5 C
Mataram
BerandaBerandaNTB Harus Serius Garap Sektor Peternakan dan Bangun Pabrik Pakan

NTB Harus Serius Garap Sektor Peternakan dan Bangun Pabrik Pakan

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB didorong harus serius menggarap sektor peternakan terutama unggas seperti ayam petelur, ayam potong, dan puyuh untuk ketahanan pangan dalam daerah. Pasalnya, NTB sejauh ini masih bergantung dari pasokan daerah Bali dan Jawa. Termasuk pakan ternak banyak didatangkan dari luar. Padahal potensi NTB sangat besar untuk bisa memproduksi di dalam daerah.

Sekretaris Komisi IV DPRD NTB H. Hasbullah Muis mengatakan bahwa NTB masih sangat tergantung dari luar untuk komoditas peternakan seperti ayam petelur, ayam potong, dan telur puyuh. “Ini kita masih sangat kurang, jadi kita masih banyak tergantung dari daerah sekitar Kita, seperti Bali dan pulau Jawa,” sebut politisi PAN ini saat turun Reses ke Wilayah Dasan Geres, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Minggu (1/2/2026).

Selain itu, sebut dia, NTB masih kendala dari sisi pakan ternak. Ia mendorong agar dibangun pabrik pakan ternak di NTB. Padahal NTB memiliki sumber daya untuk pakan yakni jagung. “Kita punya sumber daya cukup bagus seperti jagung, jagung ini adalah kebutuhan pakan utama. Kadarnya sampai 50 persen dari kebutuhan pakan itu. Dareah kita termasuk penghasil jagung,” jelasnya.

Konco sapaan akrab Politisi Udayana ini pun mendorong Pemprov untuk memaksimalkan potensi ini. Baik Pemprov maupun Pemkab harus memikirkan memiliki industri pakan di NTB. Sebab jika memiliki industri pakan di daerah maka kebutuhan petani peternak di dalam daerah bisa dipenuhi sendiri, maka semangat masyarakat masyarakat untuk beternak lebih bergairah. “Termasuk bagaimana kita mendorong ketahanan pangan di sektor peternakan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Terkait, sektor peternakan dan usaha ini pun banyak diserap dari hasil turun reses di wilayah Lobar. Menurutnya, selain banyak menyerap soal kondisi infrastruktur yang penanganannya kurang maksimal, pihaknya pun tiap tahun menggelontorkan program. Namun itu belum cukup. Ke depan secara bertahap akan ditangani. Pihaknya juga mendorong pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat dodorong untuk memiliki semangat memajukan ketahanan pangan dalam bentuk usaha produktif seperti peternakan dan usaha perdagangan. Warga di wilayah setempat banyak yang ingin bergelut pada peternakan kambing, ayam petelur, dan puyuh. Pihaknya pun mengaku tertarik untuk mengintervensi warga untuk pelihara Puyuh.

Menurut Hasbullah, kebutuhan terhadap puyuh tinggi di tengah kemampuan produksi di dalam darah masih rendah. Namun tantangannya adalah kurangnya minat warga dalam beternak puyuh ini. (her)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut