Praya (ekbisntb.com) – Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit saat ini tengah menjajaki peluang untuk bisa menggelar balapan roda empat internasional Le Mans Asia. Persiapan-persiapan awal pun kini mulai dilakukan MGPA untuk bisa mewujudkan terselenggaranya balapan edurance (ketahanan) grade dua tersebut.
Demikian diungkapkan, Pgs. Vice President Business Development MGPA Rully Habibie, akhir pekan kemarin. Ditemui di Sirkuit Mandalika, Rully mengatakan, MGPA punya obsesi untuk menghadirkan balapan internasional dengan level yang lebih tinggi. Khususnya balapan roda empat. Karena untuk balapan roda empat yang digelar di Sirkuit Mandalika sejauh ini yang paling tinggi levelnya yakni GT World Challange Asia, balapan roda empat grade 3.
“Obsesi kami ke depan bisa menghadirkan balapan roda empat dengan level lebih tinggi lagi. Salah satu balapan Le Mans Asia,” ujarnya seraya menambahkan, kalau untuk balapan roda dua, Sirkuit Mandalika sudah punya MotoGP, ajang balap roda dua tertinggi di dunia.
Balapan Le Mans sendiri termasuk balapan internasional grade dua. Bisa dikatakan selevel di bawah balapan F1. Karena itu, untuk bisa menggelar balapan tersebut, pembenahan dari sisi Sirkuit Mandalika mutlak dilakukan. Supaya bisa memenuhi homologasi grade 2 sesuai yang disyaratkan FIA.
“Saat ini Sirkuit Mandalika baru mengantongi homologasi grade 3. Sehingga bisa menyelenggarakan ajang GT World Challange Asia. Tapi untuk bisa menggelar ajang Le mans Sirkuit Mandalika harus mengantongi homologasi FIA grade 2,” jelasnya.
Balapan Le Mans diikuti sekitar 40 mobil balap dengan spesifik hyper car, di atas super car dengan fokus pada ketahanan mobil. Di mana para pembalap akan melaju di lintasan selama 24 jam penuh.
Sebagai persiapan, pihaknya sudah mulai mengumpulkan regulasi atau persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa menggelar balapan tersebut. Baik itu dari sisi teknis maupun lay out sirkuitnya. Menurutnya, mungkin tidak tahun ini bisa digelar, karena butuh persiapan cukup panjang.
“Tahun ini fokus kita pada persiapan-persiapan dulu. Targetnya tahun depan, ajang balap ini bisa terwujud,” ujarnya.
Menurut Rully, ajang balap Le mans bisa menjadi batu pijakan untuk bisa menghadirkan ajang balap roda tertinggi dunia, F1. Walaupun untuk bisa mewujudkan harapan tersebut tidak mudah dan masih butuh proses cukup panjang. Tapi setidaknya MGPA terus berupaya selangkah demi selangkah untuk bisa menghadirkan ajang balapan bergengsi di Sirkuit Mandalika.
Balapan Endurance Perdana Sukses
Sebelumnya, Sirkuit Mandalika sukses menggelar ajang Pertamina 6 Hours Endurance pada Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026) kemarin. Balap endurance yang perdana digelar di Sirkuit Mandalika itu diikuti 29 pembalap dengan sembilan tim. Selain pembalap nasional, ada beberapa pembalap internasional yang juga turut ambil bagian.
Pada balapan yang berlangsung selama 6 jam tersebut tim Razaiq Motosport sukses menjadi juara. Mengandalkan mobil Honda Brio, meraih waktu tercepat untuk satu putaran yakni 2 menit 3,618 detik. Dengan total putaran sebanyak 167 putaran. Diposisi kedua dan ketiga diisi Cargloss Racing Team (165 putaran) dan Banteng Motosport yang menorehkan 164 putaran. “Kedepan, Pertamina 6 Hours Endurance ini bakal jadi event rutin tahunan di Sirkuit Mandalika,” tegas Rully. (kir)






