26.5 C
Mataram
BerandaBerandaAntisipasi Virus Nipah, Pengawasan Penumpang Datang di BIZAM Diperketat

Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Penumpang Datang di BIZAM Diperketat

Praya (ekbisntb.com) – Pengawasan terhadap penumpang pesawat udara yang datang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mulai diperketat. Langkah itu dilakukan PT Angkasa Pura (AP) Indonesia kantor Cabang Bandara Lombok selaku pengelola BIZAM, guna antisipasi masuknya virus Nipah di NTB. Menyusul laporan merebaknya virus Nipah di sejumlah negara.

Dua alat thermal scanner pun kini telah dipasang di terminal kedatangan domestik maupun kedatangan internasional, untuk mengetahui suhu tubuh masing-masing penumpang yang baru mendarat di BIZAM.

Bahkan khusus bagi penumpang internasional, setibanya di BIZAM sekarang diharuskan untuk mengisi aplikasi All Indonesia-SATUSEHAT Health Pass. Salah satu tujuannya untuk mengetahui riwayat perjalanan penumpang internasional bersangkutan.

“Kami juga senantiasa berkoordinasi degam Badan Kekarantinaan Kesehatan di BIZAM dan instansi terkait lainya untuk mengantisipasi virus Nipah ini,” sebut Humas PT. AP Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok Angga Maruli Anugrah P., kepada Suara NTB, Senin (2/2/2026).

Sejak pandemi Covid-19 melanda, jelasnya, pengawasan terhadap penumpang pesawat udara di BIZAM sudah cukup ketat. Kini dengan adanya laporan kasus penyebaran virus Nipah pengawasan penumpang semakin diperketat. Itu semua sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan dini yang dilakukan pihaknya. Agar virus Nipah bisa dicegah masuk ke NTB.

Mengingat, BIZAM merupakan pintu gerbang utama masuknya orang luar ke NTB melalui jalur udara. Terlebih BIZAM juga memiliki rute penerbangan internasional yang berpotensi menjadi jalur masuknya virus Nipah.

“Bersama Badan Kekarantinaan Kesehatan kita terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang dari luar negeri,” jelasnya.

Disinggung apakah sudah temuan kasus virus Nipah di BIZAM, Angga menegaskan yang paling berhak menjawab yakni Badan Kekarantinaan Kesehatan. Karena kewenangan untuk memberikan penjelasan ada di situ. Namun sampai sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi atau laporan soal kasus virus Nipah.

“Sampai saat ini (laporan kasus virus Nipah di BIZAM) masih nihil dan semoga saja seterusnya tetap nihil,” harapnya. (kir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut