26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiGaram Merah Putih Bima Siap Bersaing di Pasar Nasional 2026

Garam Merah Putih Bima Siap Bersaing di Pasar Nasional 2026

Bima (ekbisntb.com) – Kabupaten Bima kini memiliki pabrik garam yang mulai beroperasi sejak Maret 2025. Kehadiran pabrik ini memberi harapan baru bagi petani garam karena hasil produksi mereka terserap dan diolah menjadi produk dengan merek lokal.

Kabid Kelembagaan dan Investasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Irmalashari mengatakan, pabrik telah menghasilkan garam halus dari bahan baku petani. Proses pengolahan berlangsung melalui tahap pencucian, penggerusan, dan penghalusan. Hasil akhirnya berupa garam halus yang dipasarkan sebagai garam konsumsi maupun garam industri.

“Untuk sementara, yang diproduksi adalah garam non-yodium. Karena produk garam konsumsi beryodium masih menunggu penyelesaian perizinan seperti SNI, BPOM, sertifikasi halal, dan izin edar,” jelasnya, Senin 1 September 2025.

Meski izin garam konsumsi beryodium belum lengkap, DKP Kabupaten Bima sudah menyiapkan identitas produk lokal. “Saat ini baru merek dagang yang selesai, yaitu Garam Merah Putih Bima. Targetnya, awal 2026 semua izin rampung dan pertengahan 2026 produk garam beryodium dengan merek itu sudah bisa dijual,” tambahnya.

Irma menegaskan bahwa produk asli Bima harus mampu bersaing secara nasional. “Uji laboratorium dari Bogor menunjukkan garam konsumsi pabrik garam Bima sudah memenuhi standar SNI. Artinya, produk lokal memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas,” tuturnya.

Pabrik garam yang berdiri di Kabupaten Bima itu mampu memproduksi 200 ton garam halus setiap bulan. Untuk memenuhi kapasitas produksi, pabrik membutuhkan sekitar 4.000 ton garam krosok dari petani setiap tahun. Kapasitas tersebut membuka ruang besar bagi petani lokal karena hasil panen mereka memiliki kepastian pasar.

DKP menilai keberadaan pabrik garam berperan sebagai penggerak industri garam lokal. Produk garam halus dari Bima dapat masuk ke rantai pasok kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri, sekaligus memperkuat posisi petani garam.

Menurut Irma, kehadiran merek Garam Merah Putih Bima tidak hanya menyangkut produk. Identitas tersebut juga membawa kebanggaan daerah serta semangat kemandirian. DKP berharap konsumen mengenal garam dari Bima sebagai produk berkualitas, sehat, dan aman dikonsumsi.

Dengan dukungan petani, penerapan teknologi pengolahan, serta kelengkapan perizinan, Bima menyiapkan langkah besar memasuki industri garam modern. Pemerintah daerah meyakini Garam Merah Putih Bima mampu bersaing dengan produk nasional mulai 2026, sekaligus mengangkat nama daerah di pasar garam Indonesia. (hir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut