Mataram (ekbisntb.com) – Gerakan hemat energi yang diinisiasi pemerintah pusat untuk menyikapi potensi krisis energi global mulai diberlakukan di beberapa instansi, termasuk di sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di Mataram mulai menyarankan guru dan siswa, untuk hemat energi demi efisiensi penggunaan energi.
Di SMAN Negeri 11 Mataram, sosialisasi terkait pentingnya kesadaran hemat energi mulai dicanangkan. Termasuk, penggunaan sepeda atau berjalan kaki sebagai alternatif moda transportasi.
Kepala SMAN 11 Mataram, Arofiq, menyambut baik adanya kebijakan menghemat energi ini. Menurutnya, pembiasaan menggunakan sepeda, berjalan kaki, hingga berhemat menggunakan air merupakan kebiasaan yang mesti tertanam pada diri siswa dan guru.
“Masyarakat sekolah terutama dalam hal ini menyangkut transportasi. Sekarang ini di hampir semua sekolah siswa itu bawa motor. Sebenarnya bisa penghematan dengan tadi itu. Siswa yang rumahnya dekat cukup jalan kaki, yang rumahnya agak jauh sedikit bisa pakai sepeda,” ujarnya.
Pihaknya akan mengimbau seluruh warga sekolah untuk mendukung gerakan tersebut. Salah satunya dengan pembiasaan menggunakan sepeda dan berjalan kaki ke sekolah, terutama bagi siswa dan guru yang rumahnya dekat dengan sekolah.
“Itu semua akan kami sampaikan nanti pada anak-anak. Kalau di sini memang mungkin tidak terlalu banyak tantangannya karena yang bawa motor mungkin hanya setengah,” tutur Arofiq.
Semangat serupa diperlihatkan SMAN 3 Mataram. Sekolah yang berada di Jalan Pemuda No. 63, Dasan Agung Baru itu, juga berencana mulai mengkampanyekan gerakan hemat energi ke seluruh warga sekolah.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martningrum mengimbau siswa dan guru yang aksesnya dekat sekolah, agar dapat menggunakan sepeda atau berjalan kaki untuk pergi dan pulang sekolah.
Menurutnya, selain hemat energi, kebiasaan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan, juga bermanfaat bagi kesehatan.
“Manfaatnya kesehatan, non-polusi, tapi yang jangkauannya mungkin radiusnya 3-4 kilo gitu,” sebutnya.
Selain kampanye penggunaan moda transportasi ramah lingkungan, SMAN 3 Mataram juga memfokuskan penghematan penggunaan energi listrik di sekolah. Yuspita menyampaikan, kelas yang telah selesai dimanfaatkan, lampu dan barang elektronik di dalamnya harus dalam keadaan mati.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahkan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka dalam Upaya Optimalisasi Capaian Belajar dan Penguatan Karakter di Sekolah.
Dalam SE tersebut, sekolah didorong untuk mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan, seperti efisiensi sumber daya, konservasi energi dan air, serta penggunaan moda transportasi ramah lingkungan.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dikpora NTB, Bowo Soesatyo mengatakan, arahan untuk menghemat energi di lingkungan sekolah sudah sempat dilakukan. Sekolah ditekankan agar irit menggunakan sumber energi seperti listrik,air,dan internet.
“Jadi pada saat di sekolah, jangan boros menggunakan air, listrik, termasuk juga internet. Kita harus hemat, kemudian sepulang saya minta untuk melakukan pengecekan apakah ruangan sudah mati lampu, kemudian airnya sudah dimatikan. Itu bagian dari hemat energi,” ujarnya. (sib)
(Suara NTB/abo)
JALAN KAKI – Sejumlah siswa berjalan kaki menuju ke sekolah pada, Selasa (31/3). Siswa dan guru disarankan untuk menghemat energi. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat untuk hemat energi terhadap potensi ancaman krisis global.





