HomeTagsBBPOM

Tag: BBPOM

BBPOM Mataram Temukan Pangan Berboraks dan Ratusan Obat Ilegal di Pasar Sengkol

Praya (EKBIS NTB) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menemukan sejumlah produk pangan diduga mengandung bahan berbahaya serta obat dan kosmetik tanpa izin edar saat melakukan pengawasan terpadu di Pasar Tradisional Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, 7 Juli 2026.Temuan tersebut menjadi peringatan bahwa peredaran pangan...

BBPOM Mataram: 75% Pelanggaran Didominasi Kosmetik Ilegal

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus meningkatkan upaya perlindungan masyarakat dari bahaya kosmetik ilegal. Pada 26 Agustus 2025, BBPOM menggelar kegiatan Penggalangan Komitmen Pelaku Usaha Kosmetik di Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini diikuti pelaku usaha kosmetik konvensional maupun daring serta kader TP...

BBPOM Mataram Ingatkan Bahaya Rokok Vape, Bisa Picu Efek Kecanduan yang Beresiko bagi Kesehatan

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bahaya rokok elektrik atau vape. Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa penggunaan vape sama berbahayanya dengan rokok konvensional, bahkan untuk vape cairan (liquid) yang dipakai bisa mengandung zat berbahaya, atau...

BBPOM di Mataram Dorong Produksi Kosmetik Dilakukan di NTB

Lombok (ekbisntb.com) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mendorong para pelaku usaha kosmetik di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memproduksi sendiri produk mereka di daerah. Langkah ini dinilai penting agar proses pengawasan terhadap bahan yang digunakan lebih mudah dan aman bagi konsumen. Kepala BBPOM Mataram, Yosef...

BBPOM di Mataram Intensifkan Patroli Siber Awasi Kosmetik Berbahaya

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus menggencarkan patroli siber untuk menekan peredaran kosmetik berbahaya yang dipasarkan secara daring. Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, mengungkapkan bahwa maraknya penjualan kosmetik melalui media sosial dan e-commerce telah membuka celah baru bagi pelaku usaha "nakal"...