Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memulai pembangunan rumah panen dan fasilitas penggilingan padi berbasis listrik di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, PLN menyiapkan sarana pengolahan hasil pertanian yang diharapkan dapat mempermudah akses petani dan membantu menekan biaya penggilingan setelah fasilitas selesai dibangun dan beroperasi.
Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Jumat (16/10). Rumah panen tersebut direncanakan memiliki luas sekitar 70 meter persegi dan dilengkapi tiga unit mesin penggiling padi berbasis listrik, masing-masing dengan kebutuhan daya 1.800 watt. Fasilitas di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu ini disiapkan untuk mendekatkan layanan penggilingan kepada masyarakat sekaligus menyediakan alternatif pengolahan hasil panen yang tidak bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Adat Gendang Wewo, Hendrikus Ampak, menyambut baik dimulainya pembangunan fasilitas tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan PLN yang selama ini telah diterima masyarakat Desa Wewo.
“Bantuan ini merupakan bantuan yang ke sekian kalinya kami rasakan dari PLN dan sangat membantu masyarakat Desa Wewo,” ungkap Hendrikus.
Ia menjelaskan, selama ini petani harus membawa padi ke tempat penggilingan yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tenaga tambahan serta biaya transportasi dan jasa penggilingan.
“Selama ini masyarakat harus pergi jauh untuk melakukan penggilingan padi dan biayanya juga mahal. Karena itu, sekali lagi saya menyampaikan limpah terima kasih kepada PLN atas bantuan yang sudah diberikan,” ujarnya.
Hendrikus berharap pembangunan berjalan lancar sehingga fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu petani mengolah hasil panen dengan lebih mudah.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut. Ia menyambut pembangunan rumah panen dan fasilitas penggilingan padi berbasis listrik sebagai bagian dari dukungan PLN terhadap pemberdayaan masyarakat desa.
“Mewakili masyarakat Desa Wewo, kami merasa bangga atas bantuan ini. Ini merupakan bantuan PLN yang kesekian kalinya untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Wewo,” kata Laurensius.
Ia berharap fasilitas yang mulai dibangun tersebut nantinya dapat menunjang kegiatan pertanian warga. Laurensius juga berharap kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan PLN terus terjaga dalam mendukung pembangunan di wilayah Desa Wewo.
“Kami berharap masyarakat Desa Wewo dan pihak PLN terus memperkuat kerja sama dalam mendukung kegiatan pembangunan geothermal Unit 5 di Desa Wewo,” ujarnya.
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulumbu dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2, Roya Ginting, menjelaskan bahwa peletakan batu pertama menjadi langkah awal pembangunan sarana pendukung kegiatan produktif masyarakat.
“Pihak PLN bersama masyarakat Desa Wewo melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama dalam rangka pembangunan rumah panen atau penggilingan padi yang menggunakan tenaga listrik,” jelas Roya.
Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang untuk mendorong pemanfaatan listrik dalam pengolahan hasil pertanian. Setelah selesai dibangun dan dioperasikan, mesin penggiling padi berbasis listrik diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menghadapi kendala biaya dan ketersediaan BBM.
Roya berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan fasilitas yang disiapkan nantinya dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan rumah panen merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan ketenagalistrikan.
“Kami berharap fasilitas ini dapat membantu petani mengurangi kendala biaya dan akses penggilingan, sekaligus memperkuat produktivitas serta ketahanan pangan masyarakat Desa Wewo,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, harapan tersebut perlu didukung oleh penyelesaian pembangunan serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan perawatan fasilitas setelah beroperasi. Kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pemanfaatan rumah panen dan mesin penggilingan padi.
Melalui dimulainya program ini, PLN UIP Nusra berharap pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif nantinya dapat membantu memperlancar pengolahan hasil panen dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Wewo.(bul)






